Makan Berlebih saat Buka Puasa Bikin Lemas Ternyata Mitos

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menahan lapar kurang lebih selama 14 jam saat puasa Ramadhan bukanlah perkara mudah, apalagi buat orang-orang yang memang susah untuk menahan lapar dan haus.

Enggak heran ketika buka puasa, kebanyakan orang cenderung kalap dan makan berlebihan. Tapi, banyak anggapan yang beredar bahwa makan berlebihan pada saat berbuka puasa bisa bikin badan menjadi lemas. Benar enggak sih?

"Mitos. Karena gak ada hubungannya dengan lemas. Jadi sebenarnya tergantung apa yang dimakan," ujar spesialis penyakit dalam, Dr. dr. Irsan Hasan SpPD, KGEH, dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne.

Dokter Irsan mengklarifikasi, yang tidak boleh berlebihan adalah makanan yang mengandung gula sederhana, karena mudah diserap sehingga kita akan lebih cepat kehabisan energi.

"Karena pada saat berpuasa kira-kira 13 jam, sebetulnya yang bener-bener puasa itu cuma 9-10 jam. Kenapa? Karena pada saat kita sahur, kita akan memasuki fase penyerapan. Itu belum puasa, justru kalori lagi bagus-bagusnya," tutur dia.

Nah setelah itu, baru memasuki fase pasca penyerapan. Itulah yang disebut dengan fase puasa. Di fase ini, menurut Irsan, cadangan-cadangan kita dipakai.

"Sebetulnya Rasulullah mengajarkan kita menjalankan ibadah ini dengan cerdas. Contohnya Rasul mengajarkan makan kurma pada saat buka puasa, itu cerdas. Mengajarkan untuk menggunakan gula sederhana, supaya cepat kalorinya diganti," kata dia.

Sedangkan pada saat sahur, Irsan mengatakan, kurma kurang dianjurkan, karena pada waktu ini lebih baik mengonsumsi makanan yang mengandung gula kompleks. Apa saja contohnya?

"Nasi, kentang, roti, jagung, sayur, supaya penyerapannya lambat jadi kenyang lebih lama. Jadi fase 1 lebih panjang, sehingga fase kedua lebih lambat. Jadi, berlebihan yang gula sederhana memang gak bagus cepat lapar dan cepat lemas juga," tutur dr. Irsan Hasan.