Makan Dengan Suasana Horor di Zombie Cafe

TEMPO.CO, Jakarta - Mau makan dengan suasana horor. Datang saja ke Zombie Cafe di kawasan Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat. Di gedung  lama yang konon berhantu itu punya wahana khusus untuk menakuti pengunjung.

Begitu memasuki cafe itu, pengunjung akan disambut sesosok zombie dekat dinding sebelah kiri. Di sampingnya, ada pintu masuk ke wahana zombie yang sempat dijajal Tempo. Di bawah cahaya lampu temaram, aneka boneka seram, penuh luka, dan berdarah-darah, ada di sekitar jalur sempit yang dibuat seperti labirin.

Suasana makin terasa mencekam oleh suara-suara perempuan tertawa, jeritan, dan nyanyian sinden diiringi gamelan. Beberapa bagian lantainya ada yang khusus dibuat untuk mengagetkan kaki.

Bagi yang penasaran seperti apa rasanya, pengelola kafe menyarankan agar mencobanya sebelum memesan menu. "Supaya rasa takutnya bisa hilang oleh makanan dan minumannya," kata manajer umum Zombie Cafe, Heru Triyono, Senin, 9 September 2013.

Semula, dekorasi dan interior kafe seluas 1.000 meter persegi ingin bernuansa horor dengan aneka macam sosok zombie. Kuburan dan peti mati pun siap dibuat. Namun pemiliknya yang tergabung dalam jaringan hotel dan restoran milik Kagum Grup menolaknya. "Khawatir jadi menjijikkan," katanya.

Konsep bertema zombie, dipilih agar kafe itu terkesan unik. Selain wahana horor tersebut, tempat itu sendiri konon angker. Memakai bekas bangunan bersejarah di samping gedung New Majestic, lokasi itu telah terlantar bertahun-tahun tanpa penghuni. "Sebelumnya ada sebatang pohon beringin besar di tengah bangunan itu. Pohon itu kini telah ditebang," kata Heru.

Sebelum beralih menjadi kafe, kata Heru, tempat itu pernah dipakai untuk tayangan uji nyali sebuah stasiun televisi. Pengelola kafe sempat meminta bantuan paranormal untuk 'menjinakkan' para hantu. Dari rekaman kamera pengawas di kafe itu, a melihat beberapa hal gaib. "Ada puntung rokok berjalan, pernah juga ada badai dan salju di toilet," katanya.

ANWAR SISWADI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.