Makanan Turki, Paduan Tiga Benua  

TEMPO.CO, Jakarta - Minyak zaitun dan yoghurt. Dua bahan masakan ini umum terlihat pada makanan Turki. Rasa dan asal-muasalnya bertolak belakang. Yang pertama, sedikit pahit, pedas, dan gurih, berasal dari kawasan Mediterania. Yang satu lagi asam, dari kawasan Timur Tengah hingga India. Perpaduan ini boleh jadi karena negara bekas Dinasti Ottoman itu berada di antara Eropa, Afrika, dan Asia.

Jadi bayangkan sepiring salad ala Turki yang berisi sayuran segar, keju, paprika, dan terung. Campur dengan minyak zaitun dan yoghurt. Rasanya bisa sangat mengejutkan. Ada manis, asin, asam, dan pahit. Berganti terus dalam lapisan luar lidah. Tambahkan dengan roti, semua jadi sempurna.

Dengan panjang gugusan pantai hingga 7.200 kilometer, ikan menjadi menu utama di Turki. Tapi jangan harap akan memakannya dengan bumbu berkuah kental. Umumnya hanya dilumuri lemon, minyak zaitun, dan daun peterseli. Kemudian pengolahannya dengan dibakar, digoreng, atau diasap perlahan.

Ada juga ikan yang disajikan dingin, seperti sashimi Jepang. Rasanya pun enak karena bercampur dengan kesegaran tomat, rempah-rempah, garam, dan bawang bombai. Tidak suka ikan, bisa mencoba cumi goreng seperti kalamari dengan saus yoghurt atau tarator, yang penampakannya mirip saus tartar ala Inggris.

Negara yang baru saja merayakan kemerdekaan yang ke-90 pada 30 Agustus lalu ini juga punya makanan yang sangat Asia, yaitu nasi. Mereka menyebutnya pilaf. Cara memasaknya sangat khas kawasan Timur Tengah dan Mediterania. Beras tidak dikukus dengan air, melainkan menggunakan kaldu dan mentega.

Pilaf yang setengah matang terkadang bercampur dengan bahan masakan lainnya. Tomat, daging, ayam, rempah-rempah, dan kacang-kacangan umum mereka pakai. Rasa nasinya tentu berbeda dengan di sini. Pilaf lebih gurih, kering, dan sedikit keras.

Ada pula cacik. Sajian seperti sup yang berasal dari pengenceran yoghurt. Di Yunani, misalnya, ada sup sejenis, tapi lebih kental dan bernama tzatziki. Penyajiannya harus dingin di mangkuk kecil dan menjadi makanan pendamping.

Cara memasaknya, yoghurt dicampur dengan garam, minyak zaitun, bawang bombai, mentimun, daun dill, daun mint, dan perasan jeruk nipis. Terkadang merica menjadi penambah rasa. Jadi, sesendok cacik bisa mengundang berbagai rasa. Asam, gurih, hingga pedas.

Soal daging, sebenarnya bahan makanan ini khusus pada upacara tertentu, terutama pernikahan. Tapi, karena produk peternakan terus berkembang, begitu pula dengan penganan. Konsumsi daging biasa dengan sayur, pilaf, atau kebab. Yoghurt dan minyak zaitun tetap menjadi bumbu utama.

Terakhir, makanan penutup. Yang terkenal ada baklava. Kue yang punya puluhan lapisan tipis renyah ini rasanya manis. Di antara lapisan tersebut berisi potongan kacang kenari atau pistachio. Kemudian kue disiram sirup atau madu bercampur cengkeh.

Tidak hanya manis, baklava juga punya aroma yang istimewa. Penyajiannya terkadang seperti kue kering. Dipotong kecil-kecil dalam berbagai bentuk dalam satu wadah. Jadi memakannya pun tinggal sekali 'hap', dan lapisan madu pun langsung lumer ke kerongkongan.

Turki juga terkenal dengan variasi permennya. Negara Barat menyebutnya Turkish Delight. Bahan dasarnya adalah tepung dan gula. Kemudian berisi kacang-kacangan yang dibumbui air mawar, damar wangi, atau lemon. Bentuknya kubus kecil dengan taburan gula atau kelapa. Rasa kayu manis dan mint terkadang juga terasa dari makanan ini.

BERBAGAI SUMBER | QARIS TAJUDIN | SORTA TOBING

Berita Lain:

Ditemukan Penyakit Baru dengan Gejala Mirip AIDS

Mau Berhenti Merokok? Ayo Lari

Hindari Demensia Dengan Gigi dan Gusi Yang Sehat

Manfaat Sunat bagi Bayi Cowok Yang Baru Lahir

Pasca Mudik, Ini Cara Jitu Atasi Nyeri Otot

Batik Keris Dan Disney Luncurkan Batik Spesial

Puasa Tak Sebabkan Kelahiran Prematur

400 Orang Ikut Pelatihan Mendongeng

Lawan Stres dengan Medit

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.