Makassar Siapkan Isolasi Apung Pasien COVID Gunakan Kapal Pelni

·Bacaan 2 menit

VIVA – Program isolasi mandiri di atas kapal yang diinisiasi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akan segera dioperasikan. Isolasi apung ini disebut pertama di Indonesia. Bahkan bisa jadi juga disebut yang pertama di dunia.

Bersama Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, pihak Pelni, dan Syahbandar, Danny sebagai sapaan Wali Kota Makassar melakukan peninjauan dan penentuan titik koordinat lokasi kapal berlabuh.

Berdasarkan hasil tinjauan, titik labuh kapal isolasi mandiri ditetapkan di depan pulau Lae-Lae.

“Kami lihat titik labuh yang mana paling bagus. Titik labuh ini tentunya banyak pertimbangannya. Pertimbangan teknis kedalaman, pertimbangan kedua adalah suply kemudian pertimbangan ketiga nilai rekreatifnya dan nilai penyembuhannya. Imunitasnya kalau dia sandar akan seperti di darat, tapi kalau dia di tengah laut itu betul-betul menjadi bagian daripada pengutan imunitas mereka. Nah itu tadi kita sudah dikunci titik kordinatnya di hadapan Pulau Lae-lae,” kata Danny.

Untuk tekhnisnya sendiri, Danny akan melakukan rapat koordinasi bersama seluruh TNI/Polri untuk membahas finalnya seperti merancang hulu hilir siapa saja yang bisa diisolasi di kapal.

“Kita akan bahas bagaimana standarnya. Nah koordinasi antara detektor, babinsa, Bhabinkamtibmas, COVID hunter kemudian sampai di atas kapal itu semua punya SOP. Kami berbagi tugas, otoritas pelabuhan, syahbandar, Pelindo merumuskan SOP di sini. Terus ada SOP di atas kapal Pelni secara karantina dan KKP dan ada SOp isolasi dimulai dari darat,” kata Danny.

Adapun kriteria pasien COVID yang berhak diisolasi apung yakni pasien yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara yang berat akan tetap di rawat di rumah sakit (RS).

Langkah isolasi apung ini diambil Danny karena mendukung penuh rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 di Makassar.

“Jadi kami akan konsultasikan dengan teman-teman dokter dan para ahli kesehatan. Yang jelas adalah kita ingin mendukung rumah sakit. Rumah sakit jangan penuh karena orang bergejala ringan saja padahal orang bergejala berat dan sedang tidak terlayani karena dipenuhi dengan bergejala ringan apalagi OTG. Ini kita akan pisahkan jadi ringan dan OTG jangan di rumah sakit tinggal di sini saja. Sedangkan yang gejala berat biar di rumah sakit,” katanya.

Sementara Kepala Otoritas Pelabuhan Bambang menambahkan bahwa pengawasan kapal isolasi apung ini akan sangat ketat dan tetap terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kota Makassar.

“Di kapal ini kapasitasnya 900 tempat tidur itu sudah dikonsepkan jaga jarak. Jadi seluruh pihak berkoordinasi untuk pengawasan yang ketat,” sebutnya.

Kapal penumpang ini merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang tidak dioperasikan untuk sementara waktu karena adanya pandemi COVID-19. 19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel