Makin Berani, Iran Kirim Ancaman Lagi pada Amerika dan Israel

Radhitya Andriansyah

VIVA – Sikap Iran semakin hari semakin keras terhadap Amerika Serikat (AS), Israel, dan negara-negara Barat. Yang terbaru, Garda Revolusi Iran (IRGC), kembali memberi pernyataan keras terhadap musuh-musuhnya.

Dalam peringatan meninggalnya Pemimpin Tertinggi Revolusi Iran, Ruhollah Khomeini, IRGC menegaskan akan senantiasa berpegang teguh pada mendiang pemimpinnya itu. IRGC juga akan selalu menaati perintah-perintah Pemimpin Revolusi Iran saat ini, Ayatollah Khamenei.

Dalam pernyataannya, IRGC yakin bahwa Iran akan tetap mampu melakukan perlawanan terhadap kejahatan yang dilakukan oleh AS, Israel, dan negara-negara sekutunya. Sikap ini ditegaskan IRGC, lantaran dugaan unsur asing yang berupaya memecah belah dengan Angkatan Darat Iran (Artesh).

"Meskipun niat jahat dari rezim hegemonik, zionis, dan pengikut jahatnya, sistem intelektual Imam (Ruhollah) Khomeini akan terus bergerak maju," bunyi pernyataan IRGC dilansir Mehr Agency Iranian.

"Dipimpin oleh penggantinya, orang yang tepat, Pemimpin Revolusi Iran, di jalan gerakan revolusi, negara, dan rakyat Iran menuju tujuan tertinggi, sejarah luruh, dan mengangkat panji kebangkitan anti-perlawanan. Untuk semua (negara) arogan di dunia," lanjut pernyataan IRGC.

Ketegangan antara Iran dengan AS kembali memanas lantaran Presiden AS, Donald Trump, memutuskan menarik negaranya dari perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), pada 8 Mei 2018. 

Iran menduga, penarikan diri AS dari perjanjian tersebut lantaran ingin memperpanjang masa sanksi embargo ekonomi Iran, yang seharusnya berakhir tahun ini. 

Di sisi lain, Iran juga menyatakan akan mengambil tindakan tegas kepada Israel jika terus mencaplok wilayah Palestina. Sikap ini diklaim Iran sebagai solidaritas sesama Muslim.