Makin Kaya, Harta 6 Miliarder AS Ini Lebih Besar dari PDB 13 Negara Bagian

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan kekayaan sejumlah miliarder dunia setahun terakhir terus meningkatkan kesenjangan yang lebih lebar pada perekonomian Amerika Serikat (AS). Analisis terbaru, kekayaan gabungan 6 orang terkaya di AS melampaui nilai gabungan PDB 13 negara bagian di negeri paman sam.

Dikutip dari Business Insider, Sabtu (16/4/2021) berdasarkan data Forbes 12 April, keenam orang terkaya tersebut termasuk golongan centimiliarder atau pemilik kekayaan lebih dari USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.460 triliun.

Mereka adalah bos Amazon Jeff Bezos, CEO Tesla Elon Musk, salah satu pendiri Microsoft Bill Gates, CEO Facebook Mark Zuckerberg, CEO Berkshire Hathaway Warren Buffet, dan pendiri Oracle Larry Ellison. Kekayaan gabungannya mencapai USD 815 miliar atau sekitar Rp 11.900 triliun.

Dengan nilai tersebut, mereka bahkan mengungguli nilai gabungan dari PDB 13 negara bagian paling miskin di AS. Ini berdasarkan riset terbaru dari lembaga Think-tank Institute for Policy Studies (IPS) bersama Americans for Tax Fairness (ATF).

Belasan negara tersebut diantaranya Hawaii, New Hampshire, Idaho, Delaware, West Virginia, Maine, Rhode Island, North dan South Dakota, Montana, Alaska, Wyoming, dan Vermont.

Jeff Bezos sebagai orang terkaya di AS sekaligus di dunia memiliki kekayaan USD 196,7 miliar atau mendekati Rp 2.900 triliun. Lebih tinggi dari PDB negara bagian Utah pada tahun 2019 dengan nilai PDB USD 192 miliar.

Nilainya akan sangat timpang jika membandingkan nilai kekayaan Bezos dengan wilayah yang memiliki PDB terendah, yaitu Vermont. Negara bagian ini hanya memiliki PDB USD 32,8 miliar pada tahun 2020. Atau kurang dari 1/6 dari kekayaan Bezos saat ini.

Selain itu, Mississippi yang tidak termasuk negara dengan PDB terendah, namun memiliki PDB per kapita paling kecil. Nilainya sekitar USD 38.500 tahun lalu, sangat jauh di bawah rata-raya PDB per kapita nasional AS USD 63.051.

Ketimpangan yang sangat jauh membuat wilayah yang didominais pertanian kapas ini, memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dan pendapatan rata-rata yang rendah.

Pengangguran AS Meningkat

Ilustrasi Kemiskinan Credit: pexels.com/Harrison
Ilustrasi Kemiskinan Credit: pexels.com/Harrison

Dalam laporan Forbes, sepanjang pandemi Covid-19 adalah momentum terbaik yang pernah dialami para miliarder dunia. Secara volume jumlahnya bertambah banyak, dan secara akumulasi kekayaan pun sama, terus berlipat ganda.

"Terlepas adanya pandemi, tahun ini jumlah orang terkaya dunia justru memecahkan rekor. Di mana, ada lonjakan kekayaan USD 5 triliun dan jumlah miliarder baru yang belum pernah terjadi sebelumnya," keterangan yang dirilis Forbes bersamaan dengan pengumuman daftar nama 2.755 miliarder di dunia.

Kenaikan ini juga diikuti data penambahan miliarder di AS. Forbes juga mencatat selama 10 bulan pertama hantaman Pandemi, jumlah miliarder di AS bertambah 64 orang. Dan menurut data IPS dan ATF kekayaan miliarder AS telah meningkat 55 persen selama pandemi.

Mirisnya, tren ini diikuti oleh data angka kemiskinan yang tidak kalah melaju kencang. Riset dari University of Notre Dame dan University of Chicago menemukan sekitar 8 juta penduduk AS jatuh ke dalam kemiskinan karena pandemi.

Dalam beberapa bulan pandemi, presentase kemiskinan di AS sudah menyentuh dua digit. Dari 9,3 persen di bulan Juni 2020, menjadi 11,8 persen dalam enam bulan berikutnya.

"Kami akan keluar dari pandemi dengan derajat lain yang lebih tidak setara," kata Chuck Collins, direktur Program on Inequality di IPS.

Reporter: Abdul Azis Said

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: