Makin Pelik, Isu Politik Halangi Newcastle Jadi Klub Maha Sultan

Satria Permana

VIVA – Proses pembelian Newcastle United oleh Saudi Arabia Investment Fund (PIF) yang didukung Pangeran Mohammed bin Salman, semakin rumit. Isu politik kini membuat proses pembelian makin rumit.

Semua bermula kala pemerintah Inggris campur tangan dalam urusan pembajakan hak siar Premier League yang dilakukan salah satu layanan streaming Arab Saudi, beoutQ.

Mereka menilai beoutQ telah melanggar hak cipta kekayaan intelektual dengan menyiarkan pertandingan Piala FA tanpa ikut dalam proses lelang dan pembelian.

Memang, awalnya Menteri Kebudayaan dan Olahraga Inggris, Oliver Dowden, tak mau melakukan intervensi dalam urusan pembelian Newcastle. Namun, perkembangan terakhir memaksa pemerintah Inggris untuk campur tangan dalam urusan ini.

Baca juga: Bek Chelsea Pamer Ilmu Tekel Kepala

Berbagai organisasi perdagangan menilai Kerajaan Arab Saudi telah berperan besar mempermainkan hak intelektual Premier League dan Piala FA. Maka dari itu, menurut mereka, pemerintah Inggris perlu turun tangan.

Menteri Perdagangan Inggris, Graham Stuart, telah berkomunikasi dengan duta besarnya di Arab Saudi dan menggelar negosiasi untuk menindaklanjuti adanya indikasi pelanggaran hak cipta.

Lewat suratnya kepada duta besar Inggris di Arab Saudi, Stuart mendapatkan jawaban, streaming ilegal yang dilakukan beoutQ sudah disetop.

Bek Newcastle United, Danny Rose

Baca juga: 5 Gol Jarak Jauh Terdahsyat Premier League

"Kami begitu peduli dengan isu terkait pelanggaran properti hak intelektual milik Britania Raya yang sudah merugikan aplikasi IPTV, dan kami akan bekerja sama dengan para pemilik saham, untuk mengatasi isu dan melindungi kekayaan intelektual di kawasan kami," begitu surat yang ditulis oleh Stuart dilansir Daily Mirror.

Pembelian Newcastle sebelumnya sudah mendapat tentangan dari deretan aktivis kemanusiaan dan organisasi yang bergerak di bidang serupa. Sebab, mereka menilai proses pembelian Newcastle hanya kedok dari Pangeran Salman untuk membersihkan nama terkait kejahatan pelanggaran HAM yang dilakukannya.

Salah satu yang meminta agar Pemerintah Inggris dan Premier League turun tangan adalah mantan tunangan Jamal Kashoggi, Hatice Chengiz. Menurut Chengiz, Pangeran Salman tak seharusnya membeli Newcastle karena kejahatannya.