Makin Rumit, Muncul Ide Premier League Selesaikan Musim di Australia

Pratama Yudha

VIVA – Di tengah pandemi virus corona COVID-19 yang belum mereda, sejumlah liga-liga top Eropa sudah kembali mempersiapkan timnya untuk memulai kembali kompetisi yang sempat ditangguhkan. Salah satunya adalah Premier League.

Seperti diketahui, kegiatan sepak bola hampir di seluruh belahan dunia terpaksa dihentikan sebagai usaha menekan penularan virus corona. Di Inggris, Premier League sudah terhenti sejak pertengahan Maret lalu.

Hingga saat ini, masih belum diputuskan kapan liga-liga tersebut bisa kembali digulirkan. Kondisi itu membuat sejumlah liga, seperti Ligue 1 Prancis, Eredivisie, dan Belgian Pro League secara resmi menyudahi kompetisi lebih cepat.

Tapi, sikap tersebut tampaknya tak bakal diambil Premier League. Mereka ingin benar-benar menyelesaikan musim ini dan menentukan juaranya secara sah.

Namun, muncul kekhawatiran penularan bakal kembali melonjak jika sisa sembilan pekan digelar di Inggris. Meski ada opsi dihelat tanpa penonton.

Yang menjadi kendala utamanya tentu saja perkembangan corona di Inggris yang masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Akan sangat riskan jika operator bersikukuh melanjutkan kompetisi di tengah situasi tersebut.

Belakangan, muncul kabar baik agar Premier League bisa menyelesaikan musim ini. Tapi, pertandingan harus digelar jauh dari Eropa.

Salah satu kota di wilayah Australia, tepatnya di Perth, menawarkan bantuan pada Premier League agar sisa 92 pertandingan digelar di wilayah mereka. Opsi ini muncul berkat inisiatif salah satu agen asal Inggris, Gary Williams, yang tinggal di Perth. Dia membantu menyampaikan gagasan tersebut dan disambut baik oleh pemerintah setempat.

"Saya sudah berdiskusi dengan klub Premier League dan mereka menyukai ide ini. Saya juga sudah berbicara dengan pemerintah di sini dan mereka sangat antusias. Kami akan kembali berbicara pada pekan ini," ujar Williams dikutip The Sun.

"Semuanya aman di sini. Pemerintah sudah memberlakukan banyak larangan," tambahnya.

Australia sendiri sebenarnya tak luput dari virus corona. Hanya saja, penyebarannya tak semasif di Inggris.

Terdapat hampir 7.000 penderita di Australia dan hanya 93 yang meninggal dunia. Jumlah itu jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan di Inggris yang mencapai 184 ribu yang mana 28 ribu di antaranya tak selamat.

***

Kondisi Australia sedikit lebih baik

Senator Perth, Glenn Sterle, pun mengakui jika wilayahnya sudah bersedia menawarkan bantuan agar Premier League bisa selesai.

"Saya memperhatikan apa yang terjadi di Inggris dengan hati yang sangat berat. Kami ingin membantu," kata Sterle.

"Ketika Gary pertama kali menyampaikan hal itu, saya pikir adalah ide yang cemerlang. Saya senang dia mendapatkan respons serupa dari orang-orang di sana. Di sini adalah pusat dari olahraga di Australia. Udaranya bagus dan cuaca yang baik. Semuanya sangat ideal," jelasnya.

Jika opsi ini yang akan dipilih, kemungkinan besar akan memakai empat stadion utama yang ada di Perth, yakni Optus Stadium (65 ribu penonton), Perth Oval (20 ribu penonton), cricket’s WACA (24 ribu penonton), dan Joondalup Arena (16 ribu penonton).