Makin Tangguh, Honda Rebel 1100 Terbaru Adopsi Mesin Africa Twin

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Model terbaru Honda Rebel 1100 meluncur di Thailand. Cruiser retro-modern berlogo sayap tunggal itu dibanderol mulai Rp 184,4 juta untuk varian standar serta Rp 198,2 juta untuk model DTC.

Bagian yang paling jadi tanda tanya dan menarik adalah di dapur pacu. Ia menggunakan jantung pacu milik Honda Africa Twin - saudaranya dari segmen tualang dicangkok mentah-mentah ke kerangka cruiser.

Ia memangku mesin dua silinder paralel-twin 1.084 cc SOHC bertenaga besar. Kurang lebih outputnya sama, kendati sedikit mengecil.

Yakni 85,8 Hp dan torsi sebesar 98 Nm. Dengan format overbore, alias lebih besar diameter silinder ketimbang langkahnya.

Dengan dipasang mekanikal sekuat ini tentu Honda begitu nyata menantang cruiser asal Amerika Serikat. Secara volume mesin sudah begitu memadai.

Apalagi ketika dilihat output, sesosok Harley-Davidson Sportster semestinya mampu diasapi dengan mudah. Bahkan tak cuma itu. Suara kasar yang dikeluarkan harusnya tak kalah gahar. Sebeb kita bisa menerka dari Africa Twin, eksis lebih dulu.

Meski sama-sama menyandang nama Rebel, namun secara perlengkapan dan peranti pendukungnya jauh berbeda. Bahkan sekelas Harley-Davidson tak dapat berbicara banyak. Disediakan penyalur daya manual biasa.

Serta girboks DCT persis teknologi saudaranya. Yang berarti, gigi bisa berpindah secara otomatis. Saat Anda hendak berkendara santai. Atau, ketika imgin agak agresif disediakan pula tombol untuk naik turunkan gear.

Cara kerja DCT sebagaimana mestinya. Rentetan gear masih tetap sama seperti manual, hanya beda urutan (N-1-2-3-4-5-6). Makin impresif lagi, dua kopling bertugas saat proses shifting.

Begini, kopling pertama menggerakkan gigi ganjil, sementara yang satunya bertanggung jawab pada gigi genap.

Jadi saat proses perpindahan dari satu ke dua misalnya, gigi satu sebetulnya masih terhubung tanpa dapat tekanan dari crankshaft. Seperti estafet yang begitu halus. Alhasil, proses shifting semakin cepat sekaligus lembut.

Fitur-Fitur

Tidak selesai dengan itu. Selongsong penyalur daya tentu sudah mengaplikasikan throttle-by-wire. Karena itu ia bisa memiliki tiga driving modes. Yang satunya merupakan setingan manual mengikuti personalisasi gaya mengendara.

Ada lagi, peranti standar pengaman traksi, Honda Selectable Torque Control (HSTC).

Masih terdapat beberapa komputerisasi pengaman aktif. Mulai dari anti-free rotation bisa diset tiga tingkatan, wheelie control system dan anti-lift front wheel.

Demi menambah kenyamanan khas cruiser, dipasang pula cruise control untuk varian atas. Melimpah bukan?

Urusan penampilan sesungguhnya tidak banyak berbeda sengan Rebel seperempat liter. Gaya duduk tengil khas masih sama.

Jok rendah serta stang tinggi. Irama lampu bulat di depan serta stop lamp minimalis pun begitu. Kurang lebih mirip. Dengan teknologi pencahayaan dioda tentunya.

Soal penopang utama pun juga begitu. Pakai rangka teralis dengan paduan fork teleskopik serta dua shock breaker tabung.

Semua dilabur hitam demi menambah kesan sangar. Sama sekali tanpa aksen mencolok seperti emas atau kromium.

Yang membedakan, pelek palang tampak lebih sporty ketimbang milik Rebel kecil. Beberapa sisi juga terlihat kekar. Berikut panel digital agak membesar. Sekaligus diletakkan agak ke atas, serta memiliki menu komplet.

Sumber: Oto.com

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: