Makna 5 Simbol Sila Pancasila yang Penting untuk Diketahui

·Bacaan 6 menit
Ilustrasi Pancasila. (Photo on Freepik)

Bola.com, Jakarta - Ada lima sila dalam Pancasila yang perlu diketahui dan dipahami maknanya. Pancasila adalah landasan ideologi atau dasar negara Indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara, berarti Pancasila dijadikan pedoman dalam bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Nama Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari dua kata, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau asas.

Hal itu berarti terdapat lima pedoman penting yang perlu dipegang teguh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Adapun lima prinsip yang dijadikan sila dalam Pancasila tersebut ialah Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kelima prinsip yang ada dalam Pancasila tersebut kali pertama dicetuskan oleh Presiden RI, Soekarno, pada 1 Juni 1945. Hal tersebut juga yang menjadi dasar Presiden Joko Widodo pada 2016 menetapkan setiap 1 Juni sebagai Hari Pancasila.

Setiap sila yang disebutkan di atas mempunyai lambang dan arti tersendiri yang harus dipahami masyarakat Indonesia. Tanpa memahami simbol dan maknanya, susah untuk bisa menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada artikel berikut ini akan dijelaskan makna dari masing-masing simbol dalam Pancasila. Apa makna dari lima lambang dalam sila Pancasila?

Berikut ini rangkuman tentang makna lima simbol sila Pancasila yang perlu diketahui, dilansir dari laman Insanpelajar dan Pancasilakel4.wordpress, Senin (31/5/2021).

Makna Simbol Bintang Emas

Bintang emas merupakan simbol sila pertama dalam pancasila berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Simbol berbentuk bintang ini terletak di bagian tengah.

Lambang bintang tersebut memiliki makna sebagai sebuah cahaya, yaitu yang dipancarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada umat manusia.

Latar belakang hitam pada lambang bintang emas tersebut menggambarkan warna alam, berkah dari Tuhan yang menjadi sumber segalanya di muka bumi ini.

Makna Sila Pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa':

  • Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  • Rakyat Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.

  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antarsesama pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

  • Membina kerukunan hidup antarsesama umat beragama

  • Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan

  • Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Makna Simbol Rantai Emas

Rantai emas merupakan lambang dari sila kedua yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Simbol ini terletak di bagian kanan bawah.

Mata rantai dalam simbol tersebut berbentuk persegi dan lingkaran yang saling mengaitkan.

Mata rantai berbentuk persegi empat merupakan lambang laki-laki, sedangkan mata rantai lingkaran menggambarkan perempuan.

Kemudian mata rantai yang saling mengaitkan melambangkan hubungan timbal balik antarumat manusia, baik laki-laki maupun perempuan.

Makna Sila Kedua 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab':

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabat sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

  • Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.

  • Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.

  • Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepo seliro (tenggang rasa).

  • Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

  • Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

  • Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

  • Berani membela kebenaran dan keadilan.

  • Setiap bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

  • Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Makna Simbol Pohon Beringin

Pohon beringin merupakan simbol sila ketiga yang berbunyi 'Persatuan Indonesia'. Simbol ini terletak di atas simbol rantai, atau di ujung kanan atas.

Pohon beringin dengan akar yang menjulur ke bawah diartikan sebagai tempat berteduh. Jadi, Pancasila sebagai dasar negara diibaratkan sebagai peneduh bangsa Indonesia untuk berlindung dan merasa aman.

Pohon beringin juga memiliki akar tunggang yang kuat, menggambarkan persatuan bangsa Indonesia.

Sementara, sulur-sulur pada pohon beringin melambangkan suku, keturunan, dan agama yang berbeda-beda di Indonesia. Meski berbeda-beda, mereka tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia di bawah lambang Pancasila.

Makna Sila Ketiga 'Persatuan Indonesia':

  • Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.

  • Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.

  • Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.

  • Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.

  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

  • Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

  • Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Makna Simbol Kepala Banteng

Kepala banteng merupakan simbol sila keempat Pancasila yang berbunyi 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'. Simbol ini terletak di bagian kiri atas.

Banteng diartikan sebagai hewan sosial yang suka berkumpul dan bergerombol. Saat banteng berkumpul, menjadi lebih kuat dan sulit diserang lawan.

Jadi, lambang kepala banteng tersebut menggambarkan budaya bangsa Indonesia yang senang berkumpul, berdiskusi, dan bermufakat. Kepala banteng menjadi perumpamaan manusia dalam mengambil keputusan, yakni yang harus dilakukan secara tegas.

Makna Sila Keempat 'Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan':

  • Sebagai warga negara dan masyarakat, setiap rakyat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.

  • Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.

  • Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

  • Musyawarah untuk mencapai mufakat dan menjunjung semangat kekeluargaan.

  • Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.

  • Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.

  • Dalam bermusyawarah harus mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

  • Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai hati nurani yang luhur.

  • Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

  • Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Makna Simbol Padi dan Kapas

Padi dan Kapas merupakan simbol sila kelima atau terakhir, yang berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Simbol ini terletak di bawah simbol kepala banteng, atau di bagian bawah kiri.

Padi dan kapas melambangkan dua hal yang dibutuhkan manusia demi bisa bertahan hidup. Padi melambangkan ketersediaan makanan, sementara kapas ketersediaan pakaian. Dengan adanya ketersediaan pangan dan pakaian, manusia akan bisa bertahan dan hidup dengan nyaman.

Jadi, setiap warga Indonesia berhak atas pangan dan sandang secara adil dan setara tanpa membeda-bedakan. Terpenuhinya pangan dan sandang, merupakan syarat suatu negara dianggap sejahtera.

Makna Sila Kelima 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia':

  • Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.

  • Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

  • Menghormati hak orang lain.

  • Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

  • Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.

  • Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

  • Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Sumber: Insanpelajar, pancasilakel4.wordpress