Makna 'Bacuya', Maskot Piala Dunia U-23 2023 di Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - FIFA secara resmi telah merilis maskot Piala Dunia U-20 2023. Maskot yang digunakan merupakan seekor seekor Badak Jawa bernama Bacuya. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjelaskan makna maskot tersebut.

Menurutnya, badak adalah hewan asli Indonesia yang mencerminkan kerja keras dan tidak pesimis. Maka, dia meyakinkan Indonesia sudah siap menjadi tuan rumah gelaran bergengsi yang diikuti 24 negara peserta itu.

"FIFA sudah secara resmi melaunching maskot, maskot kan badak, yang disebut Bacuya, karena badak itu hanya ada di tempat kita, dia punya khas tersendiri, kerja keras dan lain sebagainya dan itu ciri ke-Indonesiaannya sangat kental jadi saya perlu sampaikan tidak perlu ada keraguan atau ada rasa pesimis, jangan-jangan ini enggak jadi, jangan-jangan ini enggak jadi," kata Amali di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/9).

Amali mengaku bahwa Indonesia sudah siap menjadi tuan rumah FIFA sejak tahun 2021. Pemerintah tidak ragu menyukseskan turnamen sepak bola itu.

"Tetapi karena FIFA menunda mengundurkan ke 2023 ya sudah lebih bagus lagi buat kita," kata politisi Golkar itu.

Amali melanjutkan, lapangan atau venue yang dipakai di Indonesia akan direnovasi yang nantinya akan dicek oleh pihak FIFA. Menurutnya, selama ini banyak lapangan bola di Indonesia yang dipakai untuk turnamen nasional.

"Untuk kegiatan turnamen, untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2, bahkan Manahan itu digunakan untuk olahraga untuk non- sepakbola, kalau teman-teman masih ingat pada saat Asean Paragames kan venue utamanya disitu, opening, closing bahkan atletik itu ada di Manahan, nah itu harus diperbaiki lagi," tuturnya.

"Karena dalam Keppres kan pembagian tugasnya jelas saya bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan, ketua umum PSSI bertanggung jawab terhadap prestasi tim nasional, menteri PUPR bertanggung jawab terhadap infrastruktur," pungkasnya. [eko]