Makna Halal Bihalal dan Tips Mengadakan di Rumah Sesuai Prokes

·Bacaan 9 menit
Makna Halal Bihalal dan Tips Mengadakan di Rumah Sesuai Prokes
Makna Halal Bihalal dan Tips Mengadakan di Rumah Sesuai Prokes

RumahCom – Setelah sebulan berpuasa, hari besar yang dinanti pun tiba. Semua umat muslim di dunia tentu merayakannya dengan suka cita. Hari Raya Idul Fitri menjadi momen istimewa dimana bisa berkumpul bersama sanak keluarga maupun kerabat untuk saling bermaaf-maafan. Agenda berkumpul dan saling memaafkan ini akrab disapa sebagai halal bihalal di Indonesia.

Halal bihalal merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan sesudah hari lebaran. Melansir laman Kemenag Sulsel, kegiatan ini tentu saja menjadi tradisi tahunan yang unik dan tetap dipertahankan serta dilestarikan. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling berbagi kasih sayang pasca lebaran.

Dalam kacamata Islam, halal bihalal bertujuan untuk menghormati sesama manusia dalam bingkai silaturahmi. Halal bihalal dilihat dari sisi silaturahmi dapat menjadi perantara untuk memperluas rezeki dan memperpanjang umur. Lalu, bagaimana jadinya agenda halal bihalal dalam situasi pandemi? Selengkapnya akan dibahas dalam artikel ini.

  1. Asal Usul Halal Bihalal

  2. Memahami Makna Halal Bihalal yang Cuma Ada di Indonesia
    1. Dari Segi Bahasa
    2. Dari Segi Hukum
    3. Dari Segi Tinjauan Alquran

  3. Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan Saat Halal Bihalal
    1. Mengatur Tempat
    2. Menambahkan Dekorasi
    3. Menyiapkan Makanan

  4. Tips Mengadakan Halal Bihalal di Rumah yang Aman Selama Pandemi

 Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Ini Kegiatan yang Bisa Bikin Ramadan Tetap Asyik
Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Ini Kegiatan yang Bisa Bikin Ramadan Tetap Asyik

Tips Rumah Dan Apartemen

Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Ini Kegiatan yang Bisa Bikin Ramadan Tetap Asyik

https://www.rumah.com/panduan-properti/mudik-dilarang-ini-yang-bisa-bikin-ramadan-tetap-ceria-27184[/article]

1. Asal Usul Halal Bihalal

Penggagas istilah “halal bi halal” ini adalah KH. Wahab Chasbullah. Sumber: Pexels
Penggagas istilah “halal bi halal” ini adalah KH. Wahab Chasbullah. Sumber: Pexels

Penggagas istilah “halal bi halal” ini adalah KH. Wahab Chasbullah. Sumber: Pexels

Mengutip dari Dewan Masjid Indonesia, penggagas istilah “halal bi halal” ini adalah KH. Wahab Chasbullah. Setelah Indonesia merdeka 1945, pada tahun 1948, Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa. Para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum. Sementara pemberontakan terjadi dimana-mana.

Pada tahun 1948, yaitu dipertengahan bulan Ramadhan, Bung Karno memanggil KH. Wahab Chasbullah ke Istana Negara. Ia dimintai pendapat dan saran untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat.

Kemudian Kyai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan silaturahmi. Momen silaturahmi itu disarankan bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Dari saran kyai Wahab itulah, kemudian Bung Karno mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara guna menghadiri silaturahmi yang diberi judul ‘Halal bi Halal’. Momen ininpun akhirnya mampu membuat para elit politik untuk duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Sejak saat itulah, instansi-instansi pemerintah yang merupakan orang-orang Bung Karno menyelenggarakan Halal bi Halal yang kemudian diikuti juga oleh warga masyarakat secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Tradisi halal bihalal kemudian berlanjut hingga hari ini.

2. Memahami Makna Halal Bihalal yang Cuma Ada di Indonesia

Arti penting halal bihalal dapat ditinjau dari 3 (tiga)pendekatan. Sumber: Pexels
Arti penting halal bihalal dapat ditinjau dari 3 (tiga)pendekatan. Sumber: Pexels

Arti penting halal bihalal dapat ditinjau dari 3 (tiga)pendekatan. Sumber: Pexels

Tak hanya sekadar mengetahui arti dari halal bihalal, Anda sebaiknya juga memahami dengan benar apa makna yang terkandung dalam tradisi tersebut. Kemenag Sulsel menyebut, arti penting halal bihalal dapat ditinjau dari 3 (tiga)pendekatan, yaitu pendekatan bahasa, pendekatan hukum dan pendekatan al-Quran. Berikut masing-masing pengertiannya.

1. Dari Segi Bahasa

Karena halal bihalal merupakan budaya yang hanya ada di Indonesia namun istilahnya memakai bahasa Arab, maka untuk mengartikan halal bihalal digunakan pendekatan bahasa Indonesia dan bahasa Arab.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, halal bihalal berarti acara maaf-maafan pada hari lebaran, sehingga mengandung unsur silaturahmi. Sedangkan dalam bahasa Arab, halal bihalal berasal dari kata Halla atau Halala yang mempunyai banyak arti sesuai dengan konteks kalimatnya, antara lain penyelesaian problem (kesulitan), meluruskan benang kusut, mencairkan yang beku, atau melepaskan ikatan yang membelenggu.

Karena itu, melalui pendekatan kedua bahasa di atas, maka arti halal bihalal adalah suatu kegiatan saling bermaafan atas kesalahan dan kekhilafan sesudah lebaran melalui silaturahmi. Sehingga dapat mengubah hubungan sesama manusia dari benci menjadi senang, dari sombong menjadi rendah hati dan dari berdosa menjadi bebas dari dosa.

2. Dari Segi Hukum

Dalam hukum Islam (Fiqih), kata halal lawan dari haram. Halal adalah suatu perbuatan yang diperbolehkan. Sedangkan haram adalah suatu tuntutan untuk ditinggalkan atau perbuatan yang melahirkan dosa dan mengakibatkan siksaan. Jadi dengan adanya halal bihalal bagi yang melakukannya akan terbebas dari semua dosa.

Dengan demikian, makna halal bihalal ditinjau dari segi hukum adalah menjadikan sikap yang tadinya haram atau berdosa menjadi halal dan tidak berdosa lagi. Hal tersebut dapat tercapai bila syarat-syarat lain terpenuhi yaitu syarat taubat. Di antaranya menyesali perbuatan, tidak mengulangi lagi, meminta maaf dan jika berkaitan dengan barang maka dikembalikan kecuali mendapat ridha dari pemiliknya.

Baca juga: Hukum Sholat di Rumah untuk Tarawih dan Sholat Ied

3. Dari Segi Tinjauan Alquran

Kata halal dalam Alquran dapat ditemukan dalam 6 ayat yang terdapat dalam lima surat, dua di antaranya dirangkaikan dengan kata haram yaitu dalam surat An-Nahl ayat 116 dan surat Yunus ayat 59.

Dalam surat An-Nahl ayat 116, artinya “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan haram” untuk mengadakan kebohongan kepada Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengadakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung”.

Selanjutnya dalam surat Yunus ayat 59 juga disebutkan, “Katakanlah: “terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal”. Katakanlah “apakah Allah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-ada saja terhadap Allah?”.

Sedangkan keempat sisanya selalu dirangkaikan dengan kata kuluu artinya makanlah dan kata thayyibah artinya yang baik. Hal ini dapat dilihat dalam surat Al-Baqarah: 168, surat Al-Anfal: 69, surat Al-Maidah: 88 dan surat An-Nahl: 116.

Dalam surat Al-Baqarah: 168 artinya “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Dijelaskan juga dalam surat Al-Anfal ayat 69, “Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah engkau ambil itu, sebagi makanan yang halal lagi baik, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Sementara dalam surat Al-Maidah ayat 88, “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”.

Terakhir dalam surat An-Nahl ayat 166 artinya “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepadaNya saja menyembah”.

Jadi kata halal dalam surat tersebut di atas selain dirangkaikan dengan kata haram dan kuluu, juga dirangkaikan dengan kata thayyib yang berarti “baik lagi menyenangkan”. Dengan demikian, Alquran menuntut setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia baik dalam berpolitik, berdagang, berpakaian, berbicara, berhubungan sesama manusia dan lain-lain, maka harus sesuatu yang baik dan menyenangkan semua pihak. Artinya ketika berdagang atau berbisnis maka seseorang dituntut untuk tidak menipu, curang, dan berbohong.

3. Hal-Hal yang Harus Dipersiapkan Saat Halal Bihalal

Umumnya selain saling memaafkan, halal bihalal juga diisi dengan kegiatan makan bersama. Sumber: Pinterest
Umumnya selain saling memaafkan, halal bihalal juga diisi dengan kegiatan makan bersama. Sumber: Pinterest

Umumnya selain saling memaafkan, halal bihalal juga diisi dengan kegiatan makan bersama. Sumber: Pinterest

Mengadakan momen halal bihalal di rumah tentu harus dipersiapkan dengan baik. Tujuannya tak lain adalah demi menyenangkan tamu yang hadir agar merasa betah dan nyaman. Umumnya selain saling memaafkan, halal bihalal juga diisi dengan kegiatan makan bersama hidangan khas Hari Raya Idul Fitri. Lantas apa saja yang perlu dipersiapkan?

1. Mengatur Tempat

Guna mengatur tempat dengan baik, terlebih dulu hitung berapa orang yang akan hadir. Jangan lupa menghitung jumlah anak-anak yang akan dibawa, karena mereka harus disediakan spot khusus untuk bermain dan beraktivitas.

Ruang makan yang menjadi fokus utama harus diperhatikan. Kemudian, tentukan temanya apakah ingin lesehan, duduk, atau kombinasi antara duduk dengan lesehan. Sediakan juga karpet dan sofa. Sebab biasanya yang berusia muda masih nyaman duduk di karpet, sementara tamu yang tua sebaiknya duduk di sofa.

Untuk ruang tambahan, persiapkan teras rumah dengan membuka pintu dan jendela. Persiapkan pula alas duduk dan bantal agar suasana makin cozy.

Tip Rumah

Agar agenda halal bihalal di rumah selama pandemi berjalan lancar, siapkan tempat duduk yang cukup. Dengan jumlah tempat duduk yang pas, maka setiap orang bisa nyaman duduk dan menikmati sajian makanan yang disediakan. Tentunya jarak duduk pun diatur minimal satu meter.

2. Menambahkan Dekorasi

Dengan melakukan sedikit renovasi, rumah Anda siap menjadi lokasi halal bihalal yang nyaman dan menyenangkan untuk semua tamu yang di undang. Renovasi yang dimaksud adalah menambahkan dekorasi pada ruangan yang akan menjadi lokasi halal bihalal.

Caranya mudah, cukup hadirkan beberapa bunga potong segar dalam vas kaca dan letakkan di meja makan dan ruang tamu. Walau terlihat sederhana, namun ternyata kehadiran bunga potong di ruang keluarga dapat menyemarakkan suasana, lho.

Jangan lupa ciptakan suasana meja makan yang terang dengan menambahkan pencahayaan dekoratif untuk rumah selama acara berlangsung. Jika tidak memungkinkan untuk menambah jumlah lampu, bisa diganti dengan lilin atau lentera model unik yang tersedia di pasaran.

Selain diletakkan pada tengah meja, Anda juga bisa menaruh pencahayaan tambahan ini di sudut ruangan atau digantung dengan ketinggian rendah.

3. Menyiapkan Makanan

Hidangan khas Hari Raya Idul Fitri umumnya mencakup rending, opor ayam, ketupat lengkap dengan sayurnya, serta masakan khas daerah asal lainnya. Untuk itu jangan abaikan makanan sebagai unsur utama dari agenda halal bihalal. Siapkan juga kudapan berupa kue nastar, kastangel, puding, serta buah sebagai pencuci mulut.

Jika ingin lebih praktis terutama di momen pandemi seperti saat ini, Anda bisa menggunakan peralatan makan dan minum sekali pakai. Misalnya gelas plastik atau piring kertas. Kendati demikian, untuk menyajikan makanan hangat sebaiknya tetap siapkan wadah kaca.

Dalam situasi pandemi, menjaga diri dari keramaian adalah kunci untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19. Atau Anda mau punya rumah dengan lingkungan asri yang jauh dari keramaian? Cek pilihan rumahnya di kawasan Sentul, Bogor, dengan harga di bawah Rp700 jutaan di sini!

4. Tips Mengadakan Halal Bihalal di Rumah yang Aman Selama Pandemi

Jika Anda mengadakan halal bihalal di rumah, ingatlah untuk menjaga jarak satu sama lain. Sumber: UNJ
Jika Anda mengadakan halal bihalal di rumah, ingatlah untuk menjaga jarak satu sama lain. Sumber: UNJ

Jika Anda mengadakan halal bihalal di rumah, ingatlah untuk menjaga jarak satu sama lain. Sumber: UNJ

Dikutip dari covid19.go.id, laju penularan virus COVID-19 di tingkatan Rukun Tetangga (RT) terus menunjukkan perbaikan. Hal ini ditandai dengan jumlah zona hijau yang semakin meningkat dan persentasenya mencapai 97%. Dan pencapaian ini tidak terlepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro) yang melakukan penanganan COVID-19 di tingkatan terkecil.

Oleh karenanya, mempertimbangkan kondisi yang ada, Anda tetap bisa mengadakan halal bihalal di rumah dengan memastikan protokol kesehatan yang ketat yakni menjaga 5M. Penjelasannya sebagai berikut.

  • Memakai Masker

Pastikan Anda dan keluarga selaku tuan rumah terus memberi contoh dengan memakai masker. Begitupun dengan tamu yang hadir, jaga agar mereka terus menggunakan masker.

  • Mencuci Tangan

Sediakan area cuci tangan di teras depan rumah, dan minta agar tamu yang hadir mencuci tangan terlebih dulu sebelum masuk ke rumah. Selain itu, lakukan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala. Alternatif lainnya, sediakan hand sanitizer di sudut-sudut rumah.

  • Menjaga Jarak

Jika Anda mengadakan halal bihalal di rumah, ingatlah untuk menjaga jarak satu sama lain. Jarak yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 meter dari orang sekitar Anda.

  • Menjauhi Kerumunan

Anda juga diminta untuk menjauhi kerumunan. Ingat, semakin banyak dan sering Anda bertemu orang, kemungkinan terinfeksi corona bisa semakin tinggi.

  • Mengurangi Mobilitas

Jika tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah. Meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu Anda pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama.

Uang THR bisa lho, ditabung jadi DP Rumah. Mari simak tips manfaatkan uang THR untuk DP Rumah dalam video ini.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya