Makna Konotasi, Ciri-Ciri, Contoh, dan Perbedaannya dengan Denotasi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Makna konotasi dan denotasi biasa digunakan dalam ilmu bahasa. Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias atau bukan kata sebenarnya, sedangkan denotasi merupakan sebuah kata yang memiliki arti yang sebenarnya dan apa adanya seperti yang sehari-hari kita gunakan.

Makna denotasi sangat mudah ditemukan pada sebuah tulisan, karena merupakan kata yang sebanarnya tertulis pada kalimat. Sementara itu, makna konotasi digunakan untuk memperindah suatu kalimat ungkapan pada sebuah kata. Hal ini biasanya ditemukan pada karya sastra seperti pantun, puisi, cerpen, dan lain-lain.

Makna konotasi berkaitan dengan nilai rasa. Hal ini dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dipegang oleh masyarakat, sehingga juga mengakibatkan adanya perbedaan fungsi sosial kata dengan makna yang hampir sama.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (18/5/2021) tentang makna konotasi.

Makna Konotasi dan Denotasi

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Hanna
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Hanna

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna konotasi adalah tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata. Makna konotasi juga diartikan sebagai makna yang ditambahkan pada makna denotasi.

Sementara itu, makna denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.

Makna konotasi adalah makna kias atau bukan kata sebenarrnya dan berkaitan dengan nilai rasa. Makna konotasi dipengaruhi oleh nilai dan norma yang dipegang oleh masyarakat tertentu, yang juga membuat adanya perbedaan fungsi sosial kata dengan makna yang hampir sama. Meskipun demikian, makna kata juga akan berubah seiring dengan perubahan nilai dan norma yang terjadi di masyarakat.

Keberadaan denotasi berkaitan dengan kebutuhan pemakaian bahasa. Menurut penjelasan dari para ahli, denotasi adalah makna dengan pengertian objektif dan apa adanya. Maksud dari apa adanya adalah tidak disertai dengan perasaan dan pemikiran tanpa menimbulkan nilai rasa tertentu. Secara sederhana, denotasi adalah makna yang bersifat umum.

Ciri-Ciri Makna Konotasi dan Denotasi

Ciri-Ciri Makna Konotasi

Adapun ciri-ciri makna konotasi adalah:

- Makna konotasi terjadi apabila kata itu mempunyai nilai rasa, baik positif atau negatif. Jika tidak bernilai rasa dapat juga disebut berkonotasi netral.

- Makna konotasi sebuah kata dapat berbeda dari satu kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma yang ada pada masyarakat tersebut.

- Makna konotasi juga dapat berubah dari waktu ke waktu.

Ciri-Ciri Makna Denotasi

Adapun ciri-ciri makna denotasi adalah:

- Makna denotasi memiliki nama lain yaitu makna lugas, karena sifatnya yang lugas atau literal.

- Makna denotasi biasanya merupakan hasil observasi dari panca indra yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman fisik lainnya.

Contoh Kalimat dengan Makna Konotasi dan Denotasi

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Proverbs
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Proverbs

Contoh Kalimat dengan Makna Konotasi

Berikut beberapa contoh kalimat dengan makna denotasi:

- Banyak pahlawan yang telah gugur dalam medan perang. 'Gugur' bermakna meninggal dunia

- Karena besar kepala, Reno dijauhi teman-temannya. 'Besar kepala' bermakna sombong.

- Para buruh merasa bahwa perusahaan tempat mereka bekerja hanya menjadikan mereka sebagai ssapi perah belaka. 'Sapi perah' bermakna orang yang dimanfaatkan oleh orang lain demi sebuah keuntungan.

- Pejabat tersebut mencari kambing hitam untuk mempertahankan jabatannya. 'Kambing hitam' bermakna orang yang disalahkan.

- Ririn anak yang ringan tangan dan baik. 'Ringan tangan' bermakna anak yang rajin/suka menolong.

- Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan hati dingin. 'Hati dingin' bermakna sabar.

- Pak Rizal menjadi tangan kanan polisi untuk membantu memecahkan kasus penculikan. 'Tangan kanan' bermakna orang kepercayaan.

- Mutia merupakan anak emas dalam keluarganya. 'Anak emas' bermakna anak yang paling disayang.

- Kesuksesan instan yang dia peroleh membuat dirinya menjadi lupa daratan. 'Lupa daratan' bermakna sombong/lupa diri.

- Seorang kuli tinta sedang melakukan peliputan berita. 'Kuli tinta' bermakna wartawan.

Contoh Kalimat dengan Makna Denotasi

Berikut beberapa contoh kalimat dengan makna denotasi:

- Jerapah memiliki leher yang panjang lebih panjang dari leher hewan rata-rata.

- Melihat pembantunya sedang mengepel lantai, ibu hamil itu mengangkat kakinya ke atas kursi.

- Ular dan kadal adalah jenis hewan reptil berdarah dingin.

- Belalang memiliki darah berwarna biru yang disebut hemosianin.

- Jerawat disebabkan oleh sebum.

- Beberapa jenis spesies kutu berpindah ke inang lain dengan cara melompat.

- Budi sarapan sambil membaca buku.

- Tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ penting yang ada di dalam rongga dada.

- Duduklah dengan posisi yang benar agar tulang punggung tidak menjadi rusak karena bengkok.

- Budi memiliki seekor kambing jantan.

Perbedaan Makna Konotasi dan Denotasi

Makna konotasi tidak murni dan memiliki tautan pemikiran serta perasaan yang sifatnya pribadi. Hal ini berbanding terbalik dengan makna denotasi, yang objektif tanpa embel-embel perasaan tertentu dan murni.

Berdasarkan pernyataan dari Kridalaksana dalam Suwandi (2008: 82) bahwa makna konotasi adalah aspek makna sebuah atau sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan oleh pembicaraan (penulis) dan pendengar (pembaca).

Sementara penguatnya, yakni menurut pendapat dari Chaer (2009: 65) bahwa perbedaan makna denotasi dan konotasi didasarkan pada ada atau tidak adanya “nilai rasa” pada sebuah kata. Perbandingan sederhana yang bisa dijadikan kesimpulan, denotasi bersifat umum, sementara konotasi bersifat pribadi atau khusus.