Makna Maulid Nabi Versi SBY  

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan makna penting peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, ada tiga makna peringatan kelahiran nabi terakhir itu.

Pertama, umat Islam hendaknya bersyukur ke hadirat Allah SWT karena telah mengutus Nabi Muhammad untuk mengajarkan dan menaburkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. "Ini patut kita syukuri," kata SBY dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama jemaah Majelis Rasulullah di halaman selatan Monumen Nasional, Jakarta, Kamis pagi, 24 Januari 2013.

Makna kedua, Presiden SBY menambahkan, peringatan ini merupakan wujud terima kasih umat Islam kepada Nabi Muhammad karena telah mengajarkan dan membimbing umat manusia dengan ajaran Islam. "Nabi Muhammad telah mengubah jalannya sejarah, dari zaman jahiliah menuju zaman yang diterangi cahaya iman."

Sementara makna terakhir, peringatan Maulid merupakan momentum bagi umat Islam untuk meneladani dan mencontoh perilaku Muhammad sebagai nabi besar dan pemimpin yang agung.

Acara peringatan maulid oleh Majelis Rasulullah pimpinan Habib Munzir Al-Musawa ini sudah beberapa kali dihadiri SBY. Pada tahun ini, selain dihadiri SBY, beberapa pejabat yang hadir adalah Menteri Agama Suryadharma Ali; Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi; Sekretaris Kabinet Dipo Alam; serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto.

Selain itu, hadir juga Menteri Keuangan Agus Martowardojo; Jaksa Agung Basrief Arief; Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi; Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman; dan Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scott Marciel, juga tampak hadir dalam peringatan tersebut.

PRIHANDOKO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.