Makna Sila Ketiga Pancasila dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila mencakup lima pedoman penting untuk rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain sebagai dasar negara, Pancasila juga dianggap sebagai identitas Bangsa Indonesia, yang dilambangkan dengan burung Garuda.

Burung garuda melambangkan kekuatan. Sementara warna emas pada burung garuda melambangkan kemegahan atau kejayaan.

Burung Garuda digunakan sebagai lambang negara untuk menggambarkan bahwa negara Indonesia adalah bangsa yang besar dan negara yang kuat.

Dalam burung Garuda tersebut terdapat lima buah ruang pada bagian perisai yang merupakan simbol-simbol dasar negara Pancasila, yaitu bintang, rantai emas, pohon beringin, kepala banteng, terakhir padi dan kapas.

Kelima simbol tersebut merupakan lambang dari setiap sila dalam Pancasila. Adapun lima sila Pancasila tersebut ialah Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Setiap sila tersebut mempunyai makna tersendiri, yang perlu dipahami rakyat Indonesia. Tanpa memahami maknanya, susah untuk bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Itulah mengapa, penting untuk masyarakat Indonesia mengetahui dan memahami setiap makna dalam sila Pancasila. Nah, kira-kira apa saja makna yang terkandung dalam setiap sila Pancasila tersebut?

Pada artikel kali ini akan dijelaskan makna sila ketiga Pancasila yang berbunyi Persatuan Indonesia, beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengacu pada bunyi pada sila ketiga, persatuan menjadi bagian yang sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan serta ketenteraman rakyat Indonesia.

Berikut ini penjelasan mengenai makna sila ketiga Pancasila dan contoh penerapannya, seperti dinukil dari laman Yuksinau dan GuruPPKN, Selasa (27/10/2020).

Makna Lambang Sila Ketiga

Perajin menyelesaikan kerajinan lambang Garuda Pancasila di bengkel rumahan, Jakarta, (13/8/2020). Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memaparkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk bantuan bagi UMKM tercatat Rp32,5 triliun per 3 Agustus 2020. (merdeka.com/Imam Buhori)
Perajin menyelesaikan kerajinan lambang Garuda Pancasila di bengkel rumahan, Jakarta, (13/8/2020). Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memaparkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk bantuan bagi UMKM tercatat Rp32,5 triliun per 3 Agustus 2020. (merdeka.com/Imam Buhori)
  • Pohon beringin merupakan simbol sila ketiga yang berbunyi "Persatuan Indonesia".

  • Pohon beringin dengan akar yang menjulur ke bawah diartikan sebagai tempat berteduh.

  • Jadi, Pancasila sebagai dasar negara diibaratkan sebagai peneduh bangsa Indonesia untuk berlindung dan merasa aman. Pohon beringin juga memiliki akar tunggang yang kuat, menggambarkan persatuan bangsa Indonesia.

  • Sementara, sulur-sulur pada pohon beringin melambangkan suku, keturunan, dan agama yang berbeda-beda di Indonesia. Meski berbeda-beda, mereka tetap bersatu sebagai bangsa Indonesia di bawah lambang Pancasila.

Makna Sila Ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia

Seorang pria memegang burung Garuda Pancasila di mobil bercorak Ulos Mandailing yang akan digunakan acara ngunduh mantu Kahiyang-Bobby di Medan, Senin (20/11). (Liputan6.com/JohanTallo)
Seorang pria memegang burung Garuda Pancasila di mobil bercorak Ulos Mandailing yang akan digunakan acara ngunduh mantu Kahiyang-Bobby di Medan, Senin (20/11). (Liputan6.com/JohanTallo)

Makna sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia adalah memberikan rasa pengakuan serta penghormatan dan menghargai perbedaan dalam masyarakat Indonesia. Perbedaan ini dapat ditinjau dari agama, ras, maupun budaya.

1. Kebersamaan

Makna yang amat melekat dalam sila ketiga Pancasila adalah memberikan sejumlah jaminan untuk melakukan kerja sama yang baik dan erat dalam kehidupan bermasyarakat.

Perilaku ini bisa diwujudkan dengan menjunjung tinggi sikap kebersamaan, saling bantu membantu dan gotong royong antarindividu dalam masyarakat.

2. Persatuan bangsa

Makna sila ketiga berikutnya berisi tentang tekad yang dilakukan secara bersama-sama. Tujuan dari kebersamaan tersebut adalah agar dapat mewujudkan persatuan bangsa yang serta agar terbebas dari segala bentuk konflik masyarakat.

3. Kepentingan pribadi dan kelompok

Makna sila ketiga selanjutnya ialah berhubungan dengan individu dalam pengalaman atau penerapan Pancasila, khususnya untuk 'Persatuan Indonesia', yaitu dengan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan secara ikhlas.

4. Menciptakan dan mempertahankan kedaulatan

Tujuan dari sistem pengamalan dan penerapan dalam Pancasila, khususnya sila ketiga ini adalah menanamakan rasa bangga serta rasa cinta terhadap komponen bangsa dan kebudayaan yang terdapat di Indonesia.

Perwujudan sikap tersebut dilakukan dengan alasan menjaga keutuhan kearifan lokal yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

5. Rela berkorban demi bangsa dan negara

Peranan yang diberikan dalam memahami makna sila ketiga adalah adanya wujud sikap rela berkorban demi kehormatan bangsa dan negara Indonesia.

Sikap ini sangat erat kaitannya dengan jiwa patriotisme atau sikap berani, pantang menyerah, nasionalisme serta rela berkorban demi bangsa dan negara yang menjadi kekuatan bagi kesatuan bangsa.

Contoh Penerapan Sila Ketiga Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Andi Kiswantoro rela mengecat seluruh bagian tubuhnya dan memegang patung Garuda Pancasila saat mendukung Timnas Indonesia U-16. (Bola.com/Aditya Wany)
Andi Kiswantoro rela mengecat seluruh bagian tubuhnya dan memegang patung Garuda Pancasila saat mendukung Timnas Indonesia U-16. (Bola.com/Aditya Wany)

Berikut ini beberapa contoh penerapan Pancasila, sila Persatuan Indonesia:

1. Cinta terhadap Tanah Air demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Mencintai dan mengonsumsi produk dalam negeri agar perekonomian menjadi lebih maju.

3. Mengutamakan segala kepentingan negara yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional Indonesia.

4. Berusaha untuk menghasilkan prestasi yang dapat membanggakan bangsa Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

5. Meningkatkan kreativitas dan inovasi dari diri sendiri untuk memajukan bangsa Indonesia. Memperluas pergaulan dengan orang-orang baru dari berbagai daerah.

6. Menghargai dan menghormati kebudayaan daerah lain.

7. Tidak menyebarkan kebencian dan permusuhan.

8. Saling menghormati perbedaan agama, suku, dan kebudayaan.

9. Menjaga kedaulatan bangsa.

10. Menjaga jalinan persaudaraan sesama Bangsa Indonesia.

Sumber: Yuksinau, GuruPPKN