Mako Vunipola tak menyesal telah bersepakat bisnis dengan mantan bos Saracens

London (AFP) - Mako Vunipola menegaskan tidak menyesali kesepakatan usaha yang telah membuka jalan kepada terdegradasinya juara bertahan Saracens dari Premiership, liga utama rugby Inggris.

Juara Inggris dan Eropa yang kontroversial itu dijatuhi hukuman pengurangan 105 poin oleh ketua Liga Premiership yang memastikan mereka harus bermain di divisi dua persatuan rugby domestik musim depan setelah berulang kali melanggar aturan batas gaji yang diterapkan liga utama ini.

Vunipola adalah penerima 450.000 pound yang dibayarkan oleh mantan pemilik dan ketua klub kota London itu, Nigel Wray kepada Vunprop, sebuah perusahaan yang dimiliki Vunipola dan adiknya Billy yang juga forward Saracen dan timnas Inggris, yang digunakan untuk membeli sebuah rumah.

Wray, seorang pengusaha sukses yang mendanai Saracen sejak awal era profesional persatuan rugby, menjalin kesepakatan properti dengan beberapa pemain terkemuka klub ini selain dengan Vunipola bersaudara.

Sang penyandang dana Saracens itu menegaskan bahwa investasi berbeda dengan gaji, tetapi sebuah panel independen menganggap kesepakatan itu sebagai cara mengatasi batasan gaji 7 juta poundsterling.

Mako Vunipola, yang ditanyai di hotel Inggris di London setelah sesi latihan apakah dia menyesali kesepakatan bisnis seperti itu, menjawab: "Sama sekali tidak ada penyesalan."

"Seandainya saya punya pilihan untuk melakukannya lagi, saya akan melakukannya lagi untuk mengetahui apa yang telah terjadi.

Tak ada pemain Saracens yang disalahkan karena klub melanggar aturan batas gaji Premiership dan Mako Vunipola bersikukuh tidak tahu risiko yang dia dan Wray jalankan.

"Tidak, sama sekali tidak," kata pemain profesional Inggris itu.

Mengenai dampak skandal itu terhadap klub, Vunipola mengatakan: "Ini sudah menjadi tiga pekan yang tidak nyaman, tapi mungkin lebih sulit untuk teman dan keluarga yang mendengar dan membaca semua hal ini.

"Saat mereka mengumumkan kami pasti terdegradasi, maka mungkin saat paling mengguncang."

Jamie George adalah satu-satunya pemain timnas Inggris di Saracens yang sejauh ini berkomitmen bertahan di klub itu, sedangkan Vunipola masih belum pasti tentang masa depannya: "Saat ini saya benar-benar tak tahu".