Mal di Kota Bogor Persiapkan Skema Sebelum Dibuka pada 24 Agustus 2021

·Bacaan 2 menit
Wali Kota Bogor Bima Arya memantau operasional mal yang telah beroperasi melalui CCTV. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta Beroperasinya kembali mal-mal di Kota Bogor, bergantung kebijakan pemerintah. Namun, sebelum izin dikeluarkan, mereka telah melakukan berbagai persiapan.

Salah satunya melakukan simulasi operasionalisasi sesuai dengan protokol normal baru dari pemerintah, seperti pengaturan penerimaan pengunjung.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kemungkinan besar mal-mal di Kota Bogor kembali beroperasi pada 24 Agustus, seiring berakhirnya masa perpanjangan PPKM level 4. Untuk itu setiap mal diminta untuk mempersiapkan teknis protokol kesehatan.

"Sambil menunggu arahan Kementerian Dalam Negeri, kami ingin memastikan semuanya siap buka," ujar Bima Arya usai meninjau simulasi operasional mal di Bogor Trade Mal (BTM), Sabtu (21/8/2021).

Bima menegaskan pengunjung diperbolehkan masuk mal tanpa sertifikat vaksin. Kartu vaksin sebagai syarat masuk mal akan diterapkan bila capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor sudah mencapai 80 persen.

"Nggak.. Nggak. karena Kota Bogor masih 53 persen capaiannya. Kalau Jakarta kan sudah 100 persen, jadi wajar kalau diterapkan masuk mal wajib nunjukin kartu vaksin. Kalau di Bogor belum," jelas Bima.

Kota Bogor satu-satunya di wilayah aglomerasi yang belum diizinkan membuka mal oleh pemerintah pusat. Hal ini membuat Bima Arya protes dan meminta pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri mengevaluasi kebijakan tersebut.

"Karena kita berbicara soal roda ekonomi dan penghasilan karyawan. Di sini saja (BTM) ada 5000 karyawan yang hampir 2 bulan dirumahkan karena mal ditutup," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Begini Skema Oprasional Bogor Trade Mal

Sementara itu, General Manager BTM, Herman Budi Santoso mengatakan, pihaknya telah membuat skema mengenai teknis operasional mal sesuai aturan Kemendagri. Sehingga ketika sudah dizinkan beroperasi, pengelola sudah siap menerapkan aturan tersebut.

"Ada kewajiban tenat dan karyawan wajib vaksin, pengunjung dibatasi. Mal BTM juga sudah mempersiapkan prosedur di lapangan. Contohnya ketika masuk mal wajib menggunakan sistem Peduli Lindungi, kita sudah siap," ujar Herman.

Herman berharap dalam waktu dekat ini pemerintah mengizinkan pusat perbelanjaan di Kota Bogor beroperasi kembali agar perekonomian masyarakat kembali tumbuh.

Sebab, penutupan mal selama hampir dua bulan lantaran kebijakan PPKM Darurat dan PPKM Level 4, mengakibatkan banyaknya pemilik usaha gulung tikar.

"Sudah pasti ada, terutama UMKM. Usaha sepatu, tas yang ada di lantai bawah sudah colaps. UMKM kan tidak semuanya mapan," ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini pusat perbelanjaan di Kota Bogor masih tutup, tapi toko-toko esensial seperti supermarket dan apotek tetap dibuka.

Sementara mal di daerah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok dan Kabupaten Bogor sudah dizinkan beroperasi. Padahal, sejak diberlakukan PSBB disebutkan bahwa Jabodetabek termasuk Kota Bogor merupakan wilayah aglomerasi atau linkup wilayah kabupaten/kota yang berdekatan dan terhubung oleh daerah perkotaan yang berkesinambungan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel