Mal di Malang Siap Buka Lagi, Begini Anjuran Ketat Wali Kota Sutiaji

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya - Wali kota Malang Sutiaji menegaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk bisa uji coba pembukaan Mal di Kota Malang sebagai langkah awal pembukaan kran perekonomian.

"Saya minta berapapun levelnya, ada kelonggaran mal di Kota Malang. Kita lihat sudah tutup 1 bulan lebih. Dampaknya luar biasa, maka saya minta cek kesiapan mal dibuka," ujar Sutiaji, Senin (30/8/2021).

Sutiaji saat melakukan pengecekan kesiapan Mal di Kota Malang, seperti Malang Town Square (Matos) dan juga Mal Olympic Garden (MOG), membeberkan beberapa anjuran ketat.

"Dipastikan semua mal ada Satgas Covid-19. Kedua Manajemen aplikasi Peduli Lindungi. Ketiga penyederhanaan lain, seperti pintu keluar masuk ada pembatasan, ini perlu diperhatikan," ungkapnya.

Untuk aplikasi peduli lindungi sendiri, sebenarnya telah diterapkan secara uji coba di Surabaya saat masih berada di PPKM Level 4.

Aplikasi tersebut sebagai syarat pengunjung datang untuk melakukan scan barcode apakah sudah tervaksin atau belum. Hal ini juga dilakukan untuk para ojek online (ojol) yang akan masuk kedalam Mal untuk mengambil pesanan.

"Saya minta secepatnya (Mal dibuka). Harapannya kran ekonomi dibuka. Semua bergantung kita. Harus peduli dengan Covid-19. Nanti akan kami terapkan juga kafe-kafe bercode peduli lindungi," paparnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Terancam Gulung Tikar

Sementara itu, Bagian Operasional MOG, Danang Indrawan berharap pemerintah bisa menepati janji untuk segera membuka tempat pusat perbelanjaan atau Mal di Kota Malang.

Sebab, ia pun juga merasa kasihan dengan para karyawan yang tak bisa bekerja dan juga okupansi mal yang menurun drastis dikhawatirkan berdampak buruk bagi seluruh Mal di Kota Malang.

"Vaksin sudah digencarkan. Harapannya pemerintah bisa membuka, ekonomi bisa stabil. Kasihan karyawan dan tenant teriaknya ke kita. Kalau belum relaksasi, malah kita bisa gulung tikar," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel