Mal jadi Tempat Transaksi Narkoba, Pelakunya Mayoritas Anak Muda

Agus Rahmat, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polresta Kota Bogor membongkar peredaran narkoba yang transaksinya bahkan dilakukan di pusat perbelanjaan atau mal PGB (Pusat Grosir Bogor). Di lokasi ini, ada 16 kasus yang diungkap oleh kepolisian, sebagai 21 tersangka didominasi anak muda.

"Dan yang hari ini kami keluar kami informasikan kepada masyarakat ini hasil operasi kegiatan kami di bulan Maret. Dengan 16 kasus dan 21 satu tersangka, kami sengaja menggelar konferensi pers di tempat ini karena tempat ini menjadi salah satu dari lokasi yang sering menjadi transaksi," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, Rabu 31 Maret 2021.

Lanjut Susatyo, modus yang digunakan para tersangka dengan menggunakan sistem tempel. Pelaku menyalurkan barang ke konsumen dari bandar besar ke bandar kecil. Para bandar kecil ini, kemudian menyebarkan ke titik-titik yang sebelumnya sudah diketahui pembeli.

Baca juga: Kapolri Tawarkan Anak Cosmas Penjaga Katedral Jadi Polisi

"Sehingga kalau nanti para pengguna itu akan membeli maka dia akan lewat handphone kemudian di stand lok lokasinya di mana untuk ambil barang tersebut," kata Susatyo.

Susatyo mengungkapkan, di masa pandemi COVID-19 ini tidak menekan, menutup dan mengurangi peredaran tindak kejahatan masyarakat terhadap Narkoba. Hal ini terlihat dari hasil pengungkapan 16 kasus dengan 94 paket Sabu, 11 bungkus paket ganja, dan ratusan paket tembakau sintetia dengan total 1,6 kilogram.

"Kasus ini memang cukup marak di kalangan remaja menggunakan sintetik ini. Dampaknya juga luar biasa. sehingga kesempatan ini Kami mengimbau kepada semua masyarakat untuk lebih waspada pada orangtua untuk juga menjaga anak-anak dan sebagainya," kata Susatyo.

Susatyo menegaskan, ke 21 tersangka narkoba ini dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider, Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (1) subsiderpasal 111 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara. Atau denda paling sedikit Rp1 miliar, dengan pidana penjara paling lama 10 tahun,” katanya.

Lanjut Susatyo, Satuan Narkoba Polresta Bogor Kota sejak Januari hingga Maret telah mengungkap 42 kasus dengan 60 tersangka.

"Jangan berani-berani mengedarkan di Kota Bogor maka kami akan tindakan tegas. Terlebih untuk menyikapi awal Ramadan dan lain sebagainya, pastinya ini menjadi komitmen kami untuk tetap menjauhkan masyarakat di Kota Bogor ini dari terlebih di masa pandemi ini. Dan tentunya kami akan terus melakukan pelanggaran hukum. Saya sudah menginstruksikan semua jajaran saya," tegasnya.