Maladewa Bela Keputusan Pemutusan Kontrak Bandara India

Kolombo (AFP/ANTARA) - Maladewa pada Rabu membela keputusan kontroversial mereka untuk mengakhiri kontrak manajemen bandara dengan perusahaan India, mengatakan bahwa kesepakatan itu dirundung "masalah hukum, teknis dan ekonomi."


Pemerintah Presiden Mohamed Waheed memberi lima hari untuk GMR Grup keluar dari negara itu, setelah mengakhiri lebih awal sewa 25 tahun bandara internasional utama negara itu untuk biaya sebesar 78 juta dolar Amerika (sekitar Rp750,4 miliar) dan berbagi pendapatan setelahnya.


Pemerintah mengatakan bahwa mereka disarankan oleh pengacara Inggris dan Singapura yang tidak disebutkan namanya untuk membatalkan perjanjian tersebut, mendorong India untuk memperingatkan bahwa langkah itu bisa membuat takut investor asing dari negara kepulauan tersebut.


"Kabinet memutuskan untuk mengakhirinya atas dasar terdapat masalah hukum, teknis dan ekonomi mengenai perjanjian tersebut, dan bahwa itu tidak sah secara hukum, serta tidak mungkin untuk dilanjutkan," kata kantor Waheed.


Pemerintah Waheed keberatan dengan privatisasi yang dilakukan oleh pendahulunya, Mohamed Nasheed, pemimpin pertama negara itu yang terpilih secara demokratis dan berhenti pada awal tahun ini.


Belum ada komentar dari GMR yang mengelola bandara tersebut, yang menangani 2,6 juta penumpang per tahun, sejak November 2010 bersama-sama dengan Malaysia Airports Holdings Berhad. GMR memegang 77 persen saham operasi tersebut.


Mantan pemimpin Nasheed, yang memulai kesepakatan dengan GMR, menggambarkan pemberhentian tersebut sebagai pukulan besar bagi investasi asing dan pariwisata, yang merupakan sumber utama devisa negara.


"Keputusan ini buruk bagi pariwisata, buruk bagi perekonomian dan buruk bagi rakyat Maladewa," ungkap Nasheed dalam sebuah pernyataan.


"Ini akan menunda calon investor selama beberapa dekade," pungkasnya. (ai/pt)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.