Malam Idul Fitri, Tambah 473 Kasus Corona Baru di Jawa Timur

Ezra Sihite, Nur Faishal (Surabaya)

VIVA – Malam Idul Fitri 1441 Hijriah di Jawa Timur diwarnai lonjakan kasus Corona COVID-19. Terdapat 473 kasus baru sehingga total sementara kasus virus Corona di Jatim sebanyak 3568 kasus. Tambahan terbanyak tetap dari Kota Surabaya yaitu 310 kasus sehingga total sementara di kota pahlawan sebanyak 1927 kasus. 

Mengacu pada data di infocovid19.jatimprov.go.id, di bawah Surabaya, tambahan terbanyak kedua ialah Kabupaten Sidoarjo 84 kasus, totalnya kini 497 kasus. Di Gresik, terdapat 5 kasus tambahan sehingga total sementara ini 127 kasus. Tiga daerah yang menerapkan PSBB itu sementara ini tiga terbanyak dalam peta COVID-19.

Ke-497 kasus baru Corona itu adalah terbanyak kedua di Jatim setelah pada Kamis lalu, 21 Mei 2020, terdapat 502 kasus, tertinggi secara nasional pada hari itu. Tambahan terbanyak juga dari Surabaya. Hal itu menegaskan bahwa penerapan PSBB di Surabaya Raya (Surabaya-Sidoarjo-Gresik) yang sudah berjalan jilid kedua belum efektif. 

Pada Sabtu sore, rapat evaluasi PSBB digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Selain pejabat Forum Pimpinan Komunikasi Daerah Jatim, hadir pada kesempatan itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. 

Dalam kesempatan itu, disepakati pembentukan tim Task Force untuk menilai pelaksanaan PSBB. "Tim Task Force ini terdiri dari seluruh Forkopimda, juga dari Pemkot (Surabaya). Tentu saja hasil dari detail plan tim Task Force yang memutuskan bagaimana proses perjalanan dan rencana ke depan," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

Di sisi lain, pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya yang juga hadir dalam rapat, Windhu Purnomo merekomendasikan agar PSBB di Surabaya Raya diperpanjang lagi hingga jilid ketiga. Seperti diketahui, PSBB jilid kedua Surabaya Raya akan berakhir pada Senin, 25 Mei 2020. 

Menurut Windhu, rekomendasi perpanjangan PSBB diajukan karena angka kasus Corona di Surabaya Raya tak kunjung turun, hingga PSBB jilid kedua akan berakhir. "Malah di akhir-akhir semua meninggkat. Meskipun Gresik relatif lebih baik, namun tetap masih ada peningkatan,” kata Windhu.

Baca juga: Update Corona Indonesia 23 Mei 2020: 21745 Kasus, 1351 Meninggal