Malam Tahun Baru Bantu Tingkatkan Konsumsi Masyarakat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan pergantian malam tahun baru 2021 akan memberikan dampak terhadap ekonomi di Tanah Air. Setidaknya, pada malam nanti, bakal terjadi peningkatan terhadap konsumsi masyarakat.

"Sudah tentu berdampak ke perekonomian. Ada peningkatan konsumsi masyarakat yang akan membantu menggerakan ekonomi," kata Piter saat dihubungi merdeka.com, Kamis (31/12/2020).

Dia menyebut, masyarakat kelompok menengah atas bahkan masih punya cukup daya beli. Namun mereka masih menahan konsumsi, lebih dikarenakan kekhawatiran akan kesehatan atau takut tertular covid.

"Mereka membatasi diri sendiri untuk beraktivitas termasuk membatasi belanja. Walaupun mereka punya uang," kata dia.

Meski begitu, dampak tahun baru ini tidak menyurutkan aktivitas ekonomi, sekalipun terjadi pembatasan di beberapa daerah. Pembatasan dilakukan oleh pemerintah dilakukan dengan tujuan mencegah penularan virus Corona.

Dia menambahkan, dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) setidaknya aktivitas perekonomian pada bulan ini akan jauh lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. "Tetapi saya perkirakan masih lebih rendah dibandingkan Desember tahun lalu," kata dia.

Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Libur Akhir Tahun Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, tapi Tak Besar

Kembang api menghiasi malam pergantian tahun baru 2019 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (1/1). Bundaran HI menjadi salah satu pilihan warga menikmati kembang api tahun baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Kembang api menghiasi malam pergantian tahun baru 2019 di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (1/1). Bundaran HI menjadi salah satu pilihan warga menikmati kembang api tahun baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Momen Libur Natal dan Tahun Baru 2021 diperkirakan mendorong ekonomi nasional. Meski pemerintah masih membatasi kegiatan masyarakat tetapi momen tersebut bisa memberikan dampak positif ke perekonomian nasional.

"Selama libur Natal bisa dipastikan akan ada peningkatan aktivitas ekonomi," kata Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Pieter Abdullah saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (25/12/2020).

Hanya saja, peningkatan tersebut tidak akan terlalu besar. Secara per bulanan tentu saja, peningkatan konsumsi masyarakat di bulan Desember akan lebih baik dari bulan November.

"Artinya dibandingkan November 2020 yang lalu, (Desember 2020) meningkat," kata dia.

Adanya peningkatan ini akan memberikan sumbangan pertumbuhan ekonomi yang membaik di kuartal IV-2020. Pieter memperkirakan tingkat konsumsi masyarakat akan lebih baik dibandingkan kuartal III-2020.

"Dengan peningkatan ini maka pertumbuhan ekonomi triwulan keempat akan lebih baik dibandingkan triwulan ketiga," kata dia.

Pieter memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini tumbuh 4-5 persen. Namun, bila dibandingkan secara tahunan, tingkat konsumsi masyarakat akan tetap tumbuh negatif.

"Tetapi diyakini Masih Akan negatif secara yoy (year on year atau tahunan)," kata dia mengakhiri. Dia memperkirakan secara tahunan tumbuh negatif dikisaran 1,5 persen sampai 2,5 persen. Sehingga pada tahun 2020, perekonomian nasional akan terkontraksi 2 persen sampai 3 persen.

"Sementara secara year on year masih akan negatif dikisaran 1,5 persen hingga 2,5 persen. Total tahun 2020, perekonomian akan negatif dikisaran 2 pesen sampai dengan 3 persen," kata dia mengakhiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: