Malam Tahun Baru di Jabar, Ini 3 Wanti-Wanti Gubernur Ridwan Kamil

·Bacaan 2 menit
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Tes Covid-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (23/3/20). (Humas Jabar)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau seluruh warganya untuk tidak merayakan malam Tahun Baru 2021, dengan acara-acara yang mengundang kerumunan. Hal ini terpaksa dilakukan demi menghindari penyebaran Covid-19.

Aturan yang sama juga harus dilakukan bupati dan wali kota di Jabar, terutama di daerah yang memiliki banyak destinasi wisata yang berpotensi dikunjungi banyak orang, saat momen libur panjang akhir tahun.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setiap habis libur panjang, tren angka positif Covid-19 cenderung meningkat. Tercatat usai tiga kali libur panjang selama 2020, Covid-19 selalu meningkat. Peningkatan kasus Covid-19 usai libur panjang membuat upaya perimbangan pemerintah antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi menjadi sia-sia.

Ridwan Kamil sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 202/KPG.03.05/HUKHAM tentang Pelarangan Perayaan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Massa, yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jawa Barat pada 18 Desember 2020.

Ridwan Kamil juga mengatakan, ada tiga hal yang perlu dihindari semua pemegang kebijakan (stakeholders) dalam kegiatan Tahun Baru, yakni kerumunan, keramaian, dan pergerakan orang. Sebab dalam situasi seperti ini, katanya, besar kemungkinan droplet terbang ke udara dari aktivitas bersin atau batuk, mengobrol lebih dari 15 menit, karaoke atau pidato, serta aktivitas meniup terompet.

"Kita kurangi kerumunan, kita kurangi kegiatan yang mengundang keramaian dan pergerakan orang," katanya.

Dirinya mengingatkan, pandemi Covid-19 di Jabar masih belum selesai dan belum ada yang tahu kapan persisnya wabah akan berakhir.

Pada saat pandemi pertama kali merebak Maret 2020, para pakar dunia memprediksi pandemi akan berlangsung selama tiga tahun. Namun seiring kemunculan banyak vaksin termasuk di Indonesia, munucl harapan pandemi akan berakhir lebih cepat.

Meski begitu cakupan vaksin setiap negara berbeda tergantung kemampuan ekonomi. Di tengah resesi seperti sekarang, kembali muncul kekhawatiran pandemi di negara-negara berkembang dan miskin dapat berlangsung lebih lama, bahkan kembali ke skenario awal.

Namun, Ridwan Kamil tetap yakin pandemi di Indonesia termasuk Jabar dapat dikendalikan. Apalagi uji coba vaksin Sinovac Bio Farma tahap tiga sedang dilakukan di Kota Bandung hasilnya menggembirakan. Gubernur minta setiap warga memiliki sikap optimistis dan positif menghadapi tahun 2021.

"Mudah-mudahan imbauan saya ini tidak mengurangi semangat menyambut 2021 yang lebih optimistis, lebih baik, dan insyaallah terbebas dari pandemi Covid-19," katanya.

Hal yang perlu dilakukan adalah setiap warga menyusun resolusi bagaimana menghadapi pandemi di Tahun Baru 2021, yakni lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, serta lebih kreatif mencari peluang-peluang bisnis baru untuk bangkit secara ekonomi.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak juga video pilihan berikut ini: