Malas Antre di Pom Bensin Bisa Bikin Rugi Jutaan Rupiah

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Meski sudah ada tempat resmi untuk membeli bahan bakar, namun keberadaan penjual bensin eceran terus menjamur. Mereka tidak khawatir dagangannya tidak ada yang membeli, karena selalu ada pemilik kendaraan yang membutuhkan bensin namun malas antre.

Semakin banyaknya jumlah kendaraan, memang membuat antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum menjadi panjang. Terkadang, butuh waktu lebih dari 5 menit untuk bisa mendapatkan giliran mengisi bensin.

Para penjual bensin eceran menawarkan produk dengan takaran per liter. Sama seperti di SPBU, jenis bensin yang ditawarkan di pinggir jalan juga bermacam-macam, mulai dari Premium hingga Pertamax.

Konsumen terbesar bensin eceran adalah para pengendara sepeda motor, yang malas antre namun harus segera mengisi tangki bensinnya. Bermodalkan satu lembar uang Rp10 ribu, ia sudah bisa mendapat satu liter Pertalite.

Namun, terkadang ada juga pemilik mobil yang memanfaatkan jasa penjual bensin eceran. Entah karena malas antre, atau pom bensin terdekat masih jauh jaraknya.

Baca Juga: Jangan Macam-macam Mobil Diisi Bensin Eceran

Meski bensin eceran tidak masalah diisi ke tangki bahan bakar mobil, namun Service Operation Manager Plaza Toyota Kyai Tapa, Jakarta, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa ada risiko menggunakan bensin eceran, yakni kontaminasi air atau minyak.

“BBM eceran kotor, bisa menyebabkan mampetnya saringan bensin. Pernah ada kasus, mobil konsumen mogok karena bensinnya tercampur air. Harus dibersihkan dari tangki hingga injektor,” ujarnya kepada VIVA Otomotif, Kamis 6 Agustus 2020.

Iqbal menjelaskan, biaya yang dikeluarkan cukup mahal, karena ada juga komponen lain yang perlu diganti, yakni pompa bensin dan saringan. “Servisnya 2-3 hari. Biaya untuk Avanza kurang lebih Rp2 juta, Innova Rp4,3 juta dan Fortuner Rp4,8 juta,” tuturnya.