Malaysia dan Suku Sulu konflik di Sabah, 162 TKI diungsikan

MERDEKA.COM. Konflik teritorial antara Malaysia dan Filipina di kawasan Sabah makin memanas. Dikabarkan ada korban tewas dalam perselisihan tersebut. Bentrok itu berdampak pada diungsikan 162 TKI yang bekerja di ladang sawit di Lahad Datu.

"Tercatat 162 pekerja di ladang sawit Sahabat 17 telah diungsikan ke kompleks Embara sekitar 6 km dari tempat kejadian," kata Direktur Informasi dan Media Kemlu, PLE Priatna dalam rilis yang diterima merdeka.com, Senin (4/3).

Priatna mengatakan warga negara Indonesia itu akan berada di tempat pengungsian hingga situasi benar-benar aman dan kondusif. "Sementara itu dari Sabah, hari ini Konjen RI di Kota Kinabalu, Soepeno Sahid memberikan konfirmasinya bahwa kondisi WNI pekerja dalam kondisi aman," ujar dia.
 
Pihak Indonesia di Kinabalu terus memantau dan berkomunikasi dengan aparat setempat. Diimbau agar TKI tidak membahayakan diri dan menjadi korban. Saat ini kapal-kapal tidak diperbolehkan merapat dan berlayar di dekat wilayah itu.
 
"Para WNI ABK sementara diliburkan," kata Priatna.

Diketahui, konflik bersenjata bermula saat kesultanan Sulu ingin Malaysia mengakui tanah adat mereka dan memperbarui kontrak. Mereka mengklaim Malaysia mengontrak wilayah Sabah sejak 1963 dan dibayarkan ke Sulu saban tahun. Tentu saja Malaysia menolak mentah-mentah permintaan ini.

Kesultanan Sulu tersebar di beberapa pulau Filipina Selatan dipimpin oleh Agbimuddin Kiram, adik sultan Sulu Jamalul Kiram III.

Baca juga:
Bentrok di Sabah, sepuluh pemberontak Filipina tewas
Jadwal pemilu belum jelas, Najib sudah berkampanye
Syed Nadzri: Jokowi panutan buat politisi Malaysia

Topik Pilihan:
demonstran cantik | Anas Urbaningrum | Jokowi ahok | Amerika Serikat  | Soeharto

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat