Malaysia Ekspor Teroris ke Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pengamat intilijen Muhadjir Effendy mengatakan, penerapan internal act security membuat Malaysia dan Singapura aman dari serangan teroris. Hal itu karena setiap pergerakan teroris yang ingin mengacau langsung dicegah intelijen sebelum rencana aksi dijalankan.

Akibat aturan ketat itu, kata dia, teroris di Negeri Jiran itu tidak mendapat cukup ruang untuk bergerak. Sehingga mereka berpindah tempat dan beroperasi di Indonesia karena lebih leluasa dalam menjalankan aksinya. Kondisi tersebut terjadi karena kewenangan intelijen hanya mengumpulkan informasi di lapangan, dan fungsi penangkapan dilakukan polisi. 

"Akibatnya banyak aksi teror, seperti di Solo. Ketika Indonesia banyak ekspor TKW ke Malaysia, mereka malah mengirim teroris ke sini," ujar Muhadjir, Rabu (28/9).

Karena itu, ia setuju kalau kewenangan Badan Intelijen Negara (BIN) ditambah dengan fungsi penangkapan. Dengan begitu, setiap gerakan mencurigakan teroris bisa langsung diantisipasi secara dini. Ia yakin dengan kewenangan penangkapan, intelijen bisa bebas leluasa bekerja dan mendesak ruang gerak kelompok teroris.

Terkait kemungkinan penyalahgunaan kewenangan (abuse of power), Muhadjir meminta hal itu tidak perlu ditakuti. Pasalnya era demokrasi yang dianut Indonesia berbeda dengan Orde Baru. "Jika BIN melakukan kesalahan, kita bisa kontrol ramai-ramai dan secara ketat," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.