Malaysia Laporkan Kasus Pertama Varian Baru COVID-19 dari India

Daurina Lestari
·Bacaan 1 menit

VIVAMalaysia telah mendeteksi kasus pertama varian baru virus corona yang pertama kali merebak di India, kata Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, Minggu 2 Mei 2021. Kasus tersebut ditemukan beberapa hari setelah Malaysia memberlakukan larangan penerbangan dari India.

Varian B.1.617 yang sangat menular terdeteksi pada seorang warga negara India, ketika diperiksa di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan varian baru COVID-19 itu telah bermutasi yang akan membuat virus lebih mudah menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah atau tidak terpengaruh vaksin.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Semua upaya kesehatan masyarakat akan terus dilakukan guna memutus mata rantai penularan, dan menjamin keamanan masyarakat," kata Adham, seperti dilansir CNA, Senin 3 Mei 2021.

Dia tidak mengatakan kapan varian itu terdeteksi.

Malaysia, yang menghadapi lonjakan kasus COVID-19, telah melarang penerbangan ke dan dari India, Rabu lalu. Malaysia juga melarang pelancong dari tujuan India mana pun memasuki negara itu untuk mencegah penyebaran varian baru.

Malaysia melaporkan 3.418 kasus baru virus corona pada hari Minggu, menjadikan jumlah total infeksi menjadi 415.012 kasus, termasuk lebih dari 1.500 kematian.

India saat ini tengah berjuang melawan gelombang kedua virus corona yang menyebabkan banjirnya pasien COVID-19 di rumah sakit, dan korban meninggal di kamar mayat, dan krematorium. Negara dengan populasi terbanyak kedua dunia itu mencatat rekor lebih dari 400.000 infeksi baru dan 3.500 kematian karena COVID-19 dalam satu hari.