Malaysia Setujui Pfizer-BioNTech Jadi Vaksin Booster COVID-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysia telah memberikan persetujuan bersyarat untuk vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan BioNTech untuk digunakan sebagai booster shot, kata kementerian kesehatan, Jumat (8/10).

Persetujuan tersebut memungkinkan vaksin COVID-19 untuk digunakan hanya pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, setidaknya enam bulan setelah mereka menerima dosis kedua, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (8/10/2021), pihak berwenang sebelumnya mengatakan suntikan booster tidak wajib tetapi sangat dianjurkan bagi mereka yang berada dalam kelompok rentan dan berisiko tinggi.

Pencampuran vaksin COVID-19 yang berbeda juga akan diizinkan untuk dosis booster.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Vaksin di Malaysia

Seorang Perawat menyiapkan dosis vaksin Pfizer terhadap penyakit coronavirus (COVID-19) untuk siswa sekolah menengah di pusat vaksin di Shah Alam, Malaysia, Senin (20/9/2021). (AP Photo/Vincent Thian)
Seorang Perawat menyiapkan dosis vaksin Pfizer terhadap penyakit coronavirus (COVID-19) untuk siswa sekolah menengah di pusat vaksin di Shah Alam, Malaysia, Senin (20/9/2021). (AP Photo/Vincent Thian)

Selain suntikan Pfizer-BioNTech, Malaysia menggunakan vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca Inggris dan perusahaan China Sinovac serta CanSino Biologics dalam kampanye vaksinasi nasionalnya.

Sekitar 64 persen dari 32 juta penduduk Malaysia telah divaksinasi lengkap, termasuk 89 persen orang dewasa.

Infografis Yuk Ketahui 5 Fakta Penting Vaksin Covid-19:

Infografis Yuk Ketahui 5 Fakta Penting Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Yuk Ketahui 5 Fakta Penting Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel