Malaysia Teruskan Pembelian Vaksin AstraZeneca

Mohammad Arief Hidayat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Malaysia akan meneruskan pembelian vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca dengan tetap memegang keputusan sebelumnya bahwa tidak ada bukti penggunaan vaksin itu yang menyebabkan terjadinya pembekuan darah.

Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi, Khairy Jamaluddin, dalam pernyataan di Putrajaya belum lama ini mengatakan pihaknya akan terus memantau uji klinik vaksin itu memperhitungkan efek seperti yang dituduhkan.

"Sejauh ini tidak ada yang menunjukkan kaitan langsung antara pemberian vaksin itu dengan kasus darah beku yang menyebabkan kematian,” katanya.

Namun demikian, ujarnya, pemerintah masih mengkaji perkara itu dan vaksi belum sampai ke Malaysia.

"Kita juga belum menggunakannya, tetapi dalam tempo dewasa ini, kita akan terus lihat dari data uji klinikal berkenaan dengan kejadian-kejadian tersebut," katanya.

Apabila pakar telah membuat rumusan terhadap isu ini, ujar dia, pemerintah akan mengumumkan nanti dan buat masa sekarang tidak ada pendirian lain dan tetap meneruskan pembelian.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tidak ada kematian dikaitkan dengan vaksin dan pembekuan darah setelah Denmark, Norwegia dan Islandia menangguhkan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca.

Keputusan itu dilakukan setelah mempertimbangkan kebimbangan mengenai pasien yang menunjukkan risiko terjadinya darah membeku setelah melakukan vaksinasi.

AstraZeneca, perusahaan pembuat vaksin itu, sebelum ini telah mempertahankan keamanan produknya di Universitas Oxford.

Dalam perkembangan lain Khairy mengatakan Komite Khusus Jaminan Akses Pasokan Vaksin COVID-19 (JKJAV) memutuskan untuk tidak meneruskan perolehan pasokan vaksin satu dos suntikan dari perusahaan Johnson & Johnson (J&J) dari Amerika Serikat (AS). (ant)