Maldini Pali, dari Tashan Cup Sampai Uruguay

TRIBUNNEWS.COM, MAMUJU - Masa depan Maldini Pali, pemain sepakbola asal Mamuju, Sulawesi Barat yang menjadi salah satu skuad timnas U-19 makin cemerlang. Setelah sukses menjuarai piala AFF U-19, nama Maldini Pali mendadak jadi tenar. Bahkan dia disambut bak pahlawan oleh masyarakat Mamuju, Sulawesi Barat.

Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh yang bangga atas prestasi Maldini, menghadiahkan bonus berupa satu unit rumah. Hadiah istimewa ini, menurut gubernur, sudah sepantasnya diterima Maldini yang telah berhasil mengharumkan nama bangsa dan daerah asalnya. Selain itu, kemenangan Maldini Cs mengalahkan tim muda Vietnam bertepatan dengan ulang tahun ke-9 Sulbar.

Suhardi berharap, prestasi Maldini sebagai salah satu skuad tim U-19 bisa terus agar Maldini dan timnya tidak cepat bangga atas pretasi yang diraihnya saat ini.

Siapakah Maldini? Maldini pulang kampung tak hanya bersilaturahami dengan sejumlah pejabat dan Gubernur Sulbar serta Bupati Mamuju. Dia juga bersilaturahmi dengan sejumlah sahabat dan pelatih yang pertama kali mengasah kemampuan sepakbolanya, Muhammad Irfan Rahman.

Maldini sempat mendapat latihan privat oleh pelatih Muhammad Irfan Rahman sebelum akhirnya diikutkan dalam kompetisi Piala Suratin di Sinjai, Sulawesi Selatan. Tim Maldini menyabet juara di Piala Suratin.

Debut Maldini di dunia sepak bola makin cemerlang katika pembentukan Indonesia Footbal Academi (IFA). Tiga anak didik Irfan dari Mamuju terpilih ikut seleksi. Mereka adalah Maldini, Alfuad, dan Ahmad Alamsyah. Tapi yang lolos untuk bergabung di IFA hanya Maldini dan Alfuad. Saat itulah Maldini dan Alfuad diikutkan dalam seleksi Timnas U-16 di Uzbekistan, dan yang lolos hanya Maldini.

Baca Juga:

Tuan Rumah Piala AFF U-19, PSSI Untung Rp 5,6 M

Pelatih Timnas U-19: Uji Coba dengan Tim Luar Negeri Harus Diperbanyak

Status Evan Dimas Masih Pemain Amatir

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.