Malinda Dee juga Minta Operasi Implan di Bokong dan Vagina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menolak permintaan tersangka pembobol dana nasabah Citibank Rp 29 miliar, Inong Malinda Dee, untuk menjalani serangkaian operasi lain berupa penghilangan implan kosmetik lebih.

Permintaan itu disampaikan Malinda sesaat sebelum dikembalikan ke tahanan Bareskrim Polri, Kamis (18/8/2011) lalu. Ia menginginkan lokasi operasi terbaru ini juga dilakukan di RS Siloam, Tangerang, sebagaimana operasi payudara sebelumnya.

"Iya kita tolak, kita tidak ikuti permintaannya itu. (Penolakan) itu demi kepentingan proses hukumnya juga. Sebentar lagi kan sudah mau P21 dan disidang, itu bisa menghambat juga," ujar Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, Jakarta, Kamis (25/8/2011). 

Anton menjelaskan, kepolisian harus menolak permintaan ibu tiga anak itu, dikarenakan hasil konsultasi dengan dokter RS Polri, menyimpulkan bahwa operasi yang diusulkan dan implan silikon yang tersisa tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi kesehatan Malinda.

Tim dokter berhasil melakukan operasi pengangkatan implan pada payudara Malinda di RS Siloam pada 19 Juni 2011. Kepolisian harus memberikan ijin operasi tersebut mengingat dampak peradangan pada payudara Malinda.

Sementara itu, saat ini kepolisian masih menunggu kabar dari pihak kejaksaan mengenai lengkap tidaknya berkas perkara Malinda. Anton merasa yakin berkas tersebut akan segera dinyatakan lengkap atau P21 oleh kejaksaan.

Sulit bagi kepolisian jika memenuhi permintaan operasi baru Malinda itu, karena nantinya jaksa tidak akan pernah menyatakan lengkap berkas perkaranya jika dia tetap di rumah sakit. "Mudah-mudahan bisa segera P21," imbuhnya.

Dengan ditolaknya operasi tersebut, maka dimungkin Malinda akan menjalani proses persidangan dengan implan yang ada di dua bagian tubuhnya itu.

Polisi menyangkakan Malinda (47 th) melakukan menggelapkan dana Citibank sedikitnya Rp 29 miliar selama menjabat sebagai Senior Relationship Manager di kantor Citibank Landmark.

Belum lengkapnya berkas perkara tersebut, membuat Malinda belum juga disidang kendati dia telah menjadi tersangka dan ditahan sejak 23 Maret 2011 lalu.

Tak lama kemudian, polisi menangkap tiga kaki tangan Malinda, yakni Dwi Herawati (eks pegawai Citibank), Novianti Iriane (Cash Supervisor Citibank Landmark Jakarta), Betharia Panjaitan (Head Teller Citibank Landmark Jakarta). Namun, hingga kini berkas perkara ketiganya juga belum dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.