Maling gasak aset kantor di Makasar akibatkan kerugian Rp2 miliar

Komplotan maling menggasak aset milik PT Mega Teknologi Investama di Jalan Raya Pondok Gede, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, pada Minggu (29/5), dengan total kerugian mencapai Rp2 miliar.

Saksi mata kejadian, Anto mengatakan, pelaku yang berjumlah tiga pria itu beraksi pada siang hari saat kantor dalam keadaan tutup.

"Pokoknya seluruh barang di kantor itu diangkut, mereka pakai mobil bak, mereka dua kali bolak-balik untuk bawa barang," kata Anto di Jakarta, Rabu.

Anto menambahkan, pelaku diduga bekerja sama dengan satpam kantor yang memiliki kunci ganda untuk membuka pintu dan memindahkan seluruh aset menggunakan mobil.

Baca juga: Maling rumah di Cipinang Melayu babak belur dihajar massa
Baca juga: Kepergok curi telepon, maling di Cijantung masuk gorong-gorong

Dia mengatakan, sejumlah aset yang diambil meliputi komputer, keyboard, laptop, printer, AC, telepon, telepon seluler, meja komputer, meja dan tempat duduk serta brankas berisi dokumen perusahaan.

"Ini perusahaan kontraktor, sudah lumayan lama buka. Tapi sekarang lagi enggak aktif. Pas kejadian saya sempat tanya sama satpamnya 'ngapain', katanya 'lagi mau pindahan'," ujar Anto.

Awalnya dia tak merasa curiga dengan pernyataan petugas keamanan tersebut. Hingga akhirnya pengelola kantor mengetahui menjadi korban pencurian disertai pemberatan pada Rabu (1/6) dan melaporkan kasus itu ke SPKT Polsek Makasar dengan nomor registrasi LP/238/K/VI/2022/PMJ/Res.JT/Sek.Mks.

Berdasarkan informasi dari pihak Kepolisian, dua dari tiga pelaku termasuk satpam kantor yang menjadi dalang aksi sudah ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Makasar. Sedangkan satu pelaku lainnya dalam pengejaran.

Kedua pelaku berinisial AH (26) dan SM (25) diamankan pada Senin (13/6) di kawasan Sentiong, Jakarta Pusat. Sementara satu pelaku lain berinisial IH dalam pengejaran.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel