Malioboro 1 000 Kelir pertunjukan bertema wayang untuk HUT Yogyakarta

Pentas seni budaya, khususnya pertunjukan wayang yang dibalut dalam tema besar Malioboro 1.000 Kelir akan menjadi salah satu acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta untuk mengisi kemeriahan HUT ke-266 kota tersebut.

“Pentas akan diselenggarakan pada 4 Oktober. Akan ada berbagai acara dengan tema wayang yang akan memeriahkan suasana Malioboro,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetty Martanti di Yogyakarta, Rabu.

Berbagai kegiatan tersebut di antaranya, flash mob yang diikuti sekitar 100 dalang cilik, lomba fotografi bertema wayang, kolaborasi lima jenis wayang dalam satu gelaran kelir, hingga perkembangan wayang dalam media baru yaitu wayang sinema.

Dalang cilik yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut adalah dalang yang mengikuti pelatihan di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta serta siswa dari SD yang memiliki kepedulian pada pelestarian tradisi wayang serta komunitas datang cilik.

Baca juga: Yogyakarta alokasikan BLT BBM dari APBD Perubahan untuk 4.276 penerima

Baca juga: KPK menduga Haryadi Suyuti intervensi setiap pengadaan barang dan jasa

Flash mob akan diselenggarakan di ujung utara Malioboro dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan kegiatan lain.

Menurut Yetty, Malioboro 1.000 Kelir tersebut merupakan upaya strategis dari Dinas Kebudayaan dalam melestarikan kesenian tradisi agar tetap bertahan dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya.

Kegiatan Malioboro 1.000 Kelir juga akan dipadukan dengan pentas Sekar Rinconce yang menjadi pentas rutin setiap Selasa dan Sabtu di kawasan Malioboro yang digelar di tiga lokasi yaitu di depan Pasar Beringharjo, gerbang Kepatihan, serta di depan Teras Malioboro 2 mulai pukul 18.00 WIB.

Sekar Rinonce menampilkan kesenian tradisi dan kontemporer dengan panggung yang langsung menyatu dengan pengunjung atau wisatawan yang sedang menikmati suasana Malioboro.

Penampil dalam pentas Sekar Rinonce adalah seniman-seniman yang selama ini berada di kawasan Malioboro serta sanggar seni di Kota Yogyakarta yang sudah memiliki nomor induk kebudayaan.

“Melalui Sekar Rinonce, kami ingin mengingatkan kembali bahwa Malioboro juga merupakan wadah untuk atraksi seni dan budaya sehingga kegiatan akan seimbang dengan aktivitas ekonomi,” katanya.

Kemeriahan HUT Kota Yogyakarta di kawasan Malioboro akan berlanjut pada 5 Oktober dengan kegiatan Rumaket (Ruang Masyarakat Ketemu) yang akan menampilkan kolaborasi pelaku seni, desainer dan dalang.

“Para desainer akan menampilkan karya yang terinspirasi dari tokoh-tokoh wayang yang kemudian diperagakan di Malioboro. Selain itu, ada juga dagelan, tarian, dan pertunjukan dari salah satu band asal Yogyakarta, Letto,” katanya.*

Baca juga: KPK panggil empat saksi kasus suap perizinan di Pemkot Yogyakarta

Baca juga: KPK masih kumpulkan bukti terkait kasus suap Haryadi Suyuti