Maluku gandeng investor Australia kembangkan transportasi WIG Craft

Pemerintah Provinsi Maluku menggandeng investor asal Negara Australia Tasageoby Group untuk pengembangan dan penyediaan moda transportasi kapal terbang berteknologi Wing in Ground (WIG) Craft di wilayah itu.

Gubernur Maluku Murad Ismail mewujudkan kerja sama itu dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Chief Executive Officer (CEO) PT. Tasageoby Group Stuart Townley Janes, di Ambon, Senin.

Gubernur mengakui kerja sama itu sangat penting untuk mendorong peningkatan konektivitas transportasi di Maluku, karena sebagai provinsi kepulauan dengan 1.340 pulau yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota, maka tantangan utama adalah ketersediaan transportasi yang handal, terjadwal dan dengan durasi perjalanan yang singkat.

Dia dan menyambut gembira kerja sama saling menguntungkan itu sebagai sebuah langkah maju bagi percepatan pembangunan di Maluku.

Gubernur juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Stuart Janes selaku pimpinan perusahaan, karena berpendirian kuat untuk tetap memilih Maluku sebagai daerah pertama dalam investasi pengembangan operasional WIG craft di Maluku. "Ini peluang yang sangat baik guna mendorong percepatan pembangunan di Maluku," tegasnya.

Mantan Dankor Brimob Polri itu menyatakan Maluku sebagai provinsi kepulauan sangat cocok untuk pengembangan WIG craft, sebagai sarana transportasi udara yang fleksibel mendarat di permukaan laut sehingga membuka akses antar pulau yang terpisah oleh lautan.

Kesepakatan bersama itu juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi hadirnya investasi kelas dunia berbasis pariwisata, transportasi, perikanan dan kelautan, maupun pertanian dan sumber daya mineral di provinsi Maluku.

Maluku juga memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan bagi pengembangan ke depan, namun belum mendapat sentuhan investor dan industri besar.

Karena itu Gubernur mengimbau Pemerintah kabupaten/kota, OPD, instansi teknis, pelaku bisnis perdagangan dan ekspor serta pemangku kepentingan lain, dapat memanfaatkan kerjasama tersebut untuk mendorong kinerja ekonomi di wilayah masing-masing, maupun melahirkan ide-ide baru dalam berinovasi guna mengembangkan potensi sumber daya, sehingga kehadiran moda WIG craft ini benar-benar memberi warna baru dalam dunia transportasi di Maluku.

Gubernur Maluku Murad Ismail dan Chief Executive Officer (CEO) PT. Tasageoby Group Stuart Townley Janes menandatangani nota kesepahaman pengembangan dan penyediaan moda transportasi kapal terbang berteknologi Wing in Ground (WIG) Craft di Provinsi Maluku, di Ambon, Senin (21/11). Tasageoby Group akan berinvestasi sebesar 250 juta dolar AS atau setara Rp3,7 triliun di provinsi Maluku. (ANTARA/Jimmy Ayal)
Gubernur Maluku Murad Ismail dan Chief Executive Officer (CEO) PT. Tasageoby Group Stuart Townley Janes menandatangani nota kesepahaman pengembangan dan penyediaan moda transportasi kapal terbang berteknologi Wing in Ground (WIG) Craft di Provinsi Maluku, di Ambon, Senin (21/11). Tasageoby Group akan berinvestasi sebesar 250 juta dolar AS atau setara Rp3,7 triliun di provinsi Maluku. (ANTARA/Jimmy Ayal)

250 juta dolar AS

CEO PT. Tasageoby Group Stuart Townley Janes menuturkan, pihaknya akan menanamkan investasi sebesar 250 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,7 triliun di provinsi Maluku, pada empat area minat utama yaitu di bidang perikanan, pertanian, pariwisata dan perhotelan serta transportasi.

"Pada tahap awal ini, Tasageoby Group fokus pada bidang transportasi melalui anak perusahaannya Tasageoby Logistics dengan IndoWIG sebagai ujung tombak dan pengguna akhir dan operator kapal terbang teknologi WIG," katanya.

Tasageoby Group sendiri, kata dia, telah ditunjuk sebagai agen non eksklusif untuk kapal terbang WIG produksi ARON Flying Ship asal Korea Selatan, untuk dipromosikan dan menemukan pembeli bagi produk mereka di Indonesia.

Terkait hal itu, Stuart mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait di Jakarta maupun di Ambon untuk pengembangan teknologi kapal terbang WIG craft.

"Apalagi pak Gubernur Maluku Murad Ismail sangat menyambut baik rencana investasi kami, terutama terkait kapal terbang WIG, yang diharapkan bisa membantu akses transportasi, untuk menghubungkan wilayah-wilayah di Maluku yang sulit akses transportasi," ujarnya.

Stuart Janes berpengalaman lebih dari 40 tahun di bidang penerbangan dengan 13.000 jam terbang helikopter dalam beragam operasi di Indonesia maupun berbagai lokasi di seluruh dunia, mengakui, Gubernur Murad juga telah bertemu langsung dengan CEO dan President Aron Flying Ship Ltd, Hyun Wook Cho, serta Director Global Sales & Marketing Aron Flying Ship Ltd, Conrad Parker pada Juni 2022 lalu.

CEO dan President Aron Flying Ship juga telah berkunjung ke Ambon dan Masohi, Maluku Tengah bersama pihak Tasageoby Group untuk meninjau lokasi yang akan dimanfaatkan untuk membangun training centre di Kota Masohi, yang bukan saja berguna bagi Maluku tapi juga untuk Indonesia.

Training centre untuk crew WIG Craft di Maluku bahkan menjadi satu-satunya di dunia yang dibangun di luar Korea Selatan. "Artinya setiap pembeli kapal terbang WIG dari mana pun di dunia, crew dan teknisinya akan dilatih secara khusus pada training center yang ada di Maluku," ujar Stuart Janes.

Jika ke depannya sektor pariwisata di Maluku berkembang dengan baik, maka pihak Aron Flying Ship berusaha mengupayakan kerja sama untuk membuka akses penerbangan langsung dari Korea ke Ambon.

Baca juga: Pengusaha Amerika Serikat tertarik investasi di Maluku

Baca juga: Jepang bakal bangun pusat pendaratan kapal ikan Maluku Barat Daya