Maluku Utara akui target masuk 25 besar PON Papua tak terpenuhi

·Bacaan 1 menit


Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara menyatakan daerah ini gagal memenuh target masuk 25 besar Pekan Olahraga Nasional (PON) Keduapululuh di Papua karena sampai hari ini baru mendapatkan tiga perunggu.

"Dari 34 daerah yang ikut PON Papua, saat ini Maluku Utara masih berada pada peringkat 32 di atas Sulawesi Barat dan dipastikan target 25 besar belum tercapai," kata Sekretaris KONI Maluku Utara Djasman Abubakar kepada ANTARA via sambungan elektronik, Senin.

Maluku Utara baru memperoleh tiga medali perunggu dari sepatu roda, muaythai dan tinju melalui petinju putri Metrina Nenohay yang secara kontroversial dinyatakan kalah dalam semifinal melawan petinju Nusa Tenggara Timur.

Maluku mengikuti 12 cabang olahraga PON Papua dan menurut Djasman, karena kekurangan uji tanding ke luar daerah dengan hanya berlatih di wilayah Maluku Utara gara-gara pandemi COVID-19, maka hasil yang didapatkan Maluku Utara kurang memuaskan.

Baca juga: Jabar sandingkan emas beregu dan tunggal putra silat seni PON Papua

Djasman menegaskan KONI Maluku Utara akan melakukan evaluasi guna menyiapkan atlet yang akan dibawa ke PON Aceh tiga tahun nanti. KONI Maluku Utara juga sudah menyediakan anggaran Rp1 miliar untuk atlet yang berpartisipasi dalam PON Papua.

Sebelumnya, Ketua KONI Maluku Utara Djafar Umar menyatakan bonus sebesar Rp1 miliar untuk peraih medali sudah disiapkan, yang masing-masing Rp150 juta untuk peraih emas, Rp100 juta untuk peraih perak dan Rp50 juta hingga Rp75 juta untuk peraih perunggu.

KONI Maluku Utara sendiri menganggarkan sekitar Rp7-8 miliar untuk 12 cabang yang diikuti daerah ini, yang meliputi sepakbola, bulu tangkis, futsal, atletik, tinju, pencat silat, muaythai, dayung, sepatu roda, balap motor, taekwondo dan biliar.

Baca juga: Puspa Arumsari kembali targetkan juara dunia setelah PON XX

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel