Malware dan penipuan berkedok "Squid Game" bertebaran di dunia maya

·Bacaan 1 menit

Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan lusinan penipuan dan malware yang mencatut nama "Squid Game" di dunia mata sekitar sebulan belakangan ini.

Pelaku kejahatan siber tidak mau ketinggalan memanfaatkan popularitas serial asal Korea Selatan ini untuk menebarkan ancaman. Kaspersky, dikutip dari siaran pers, Sabtu menemukan penyebaran adware, Trojan dan penipuan yang menggunakan nama "Squid Game".

Baca juga: Malware BloodyStealer incar akun game online

Salah satu modus yang mereka temukan, korban diberikan versi animasi game tersebut. Secara bersamaan, penjahat meluncurkan Trojan untuk mencuri data dari peramban pengguna dan mengirim kembali ke server penyerang.

Pada perangkat korban, terdapat sebuah pintasan atau shortcut dalam sebuah folder, yang bisa digunakan untuk meluncurkan Trojan. Malware ini didistribusikan lewat toko aplikasi tidak resmi.

Penjahat siber juga memanfaatkan "Squid Game" untuk perayaan Halloween, Kaspersky menemukan banyak toko palsu yang menjual kostum serial tersebut.

Penjahat mengaku sebagai toko resmi pernak-pernik "Squid Games". Jika berbelanja di sana, korban berisiko kehilangan uang dan data pribadi seperti alamat email, alamat tempat tinggal dan rincian kartu perbankan.

Selain malware dan toko palsu, Kaspersky juga menemukan laman bermain "Squid Game" versi online dengan janji hadia 100 Binance coin.

Jika memainkan game tersebut, alih-alih mendapat hadiah, korban secara tidak sadar akan mengunduh malware dan kehilangan data mereka.

Agar tidak terjebak "Squid Game" palsu ini, pengguna internet disarankan hanya mengakses serial tersebut dari situs resmi dan selalu cek berkas yang diunduh tidak memiliki ekstensi .exe atau .msi.


Baca juga: Trojan mengintai lewat nonton gratis film James Bond

Baca juga: Apple rilis pembaruan iOS, iPadOS dan MacOS untuk atasi spyware

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel