Mampu Mandiri, BLU Kini Tak Lagi Banyak Bebani APBN

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan ketergantungan anggaran Badan Layanan Umum (BLU) terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami penurunan yang signifikan dalam delapan tahun terakhir. BLU saat ini dinilai semakin mandiri dalam menjalankan fungsinya.

Diungkapkannya, porsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap keseluruhan anggaran BLU sebesar 53,7 persen pada 2021. Sedangkan 46,3 persen BLU masih tergantung dari APBN.

Kemudian pada 2020, porsi PNBP naik dari 53,7 persen menjadi 79,21 persen. Sementara ketergantungan terhadap APBN menurun menjadi 20,79 persen.

"Ini berarti BLU semakin mandiri karena profesionalisme dalam pengelolaan keuangannya menjadi baik," kata Sri Mulyani dalam Rakor BLU 2021: BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi pada Jumat (19/3/2021).

Sri Mulyani mengungkapkan, komponen penerimaan negara lain selama masa pandemi ini mengalami menurun. Namun, PNBP BLU justru mengalami kenaikan, meski ini tidak terjadi di seluruh BLU.

Secara agregat terjadi kenaikan Rp 69,3 triliun total PNBP dari BLU atau 139 persen dari target awal. Namun ini didominasi oleh bidang kesehatan yang memang saat ini merupakan garda utama dalam menghadapi pandemi.

"Dan anggaran APBN yang begitu besar untuk kompensasi dan pembiayaan yang berhubungan dengan pandemi tentu yang menerima cukup besar adalah BLU bidang kesehatan," tutur Sri Mulyani.

Rumpun BLU yang Naik

Menkeu Sri Mulyani melantik 2 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam pelantikan ini Sri Mulyani menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. (Dok Kemenkeu)
Menkeu Sri Mulyani melantik 2 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam pelantikan ini Sri Mulyani menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. (Dok Kemenkeu)

Rumpun BLU yang mengalami peningkatan tersebut, kata Sri Mulyani, adalah bidang kesehatan dengan kenaikan 11,4 persen selama masa pandemi 2020, dan BLU pengelolaan dana yang meningkat sebesar 191 persen.

Sedangkan BLU lain selama pandemi mengalami pukulan sama dengan sebagian besar sektor perekonomian.

Menurut Sri Mulyani, di bidang pendidikan terjadi penurunan 3,22 persen, bidang BLU barang dan jasa lainnya turun lebih dalam 19,19 persen, bahkan di bidang pengelolaan kawasan karena berhubungan dengan kegiatan ekonomi turun 9,5 persen.

"Saya ingin berterima kasih kepada banyak BLU karena melakukan banyak relaksasi dan penyesuaian atau adaptasi, sehingga bisa membantu masyarakat. Di bidang kesehatan jelas kerjanya meningkat karena layanan untuk pandemi Covid-19 yang begitu besar," ungkapnya.

Jumlah BLU selama pandemi Covid-19 juga terus mengalami peningkatan dengan saat ini mencapai 244 BLU. Total BLU tersebut terdiri dari 105 di bidang kesehatan, 101 pendidikan, 5 di kawasan dan 23 di bidang barang jasa lainnya, serta 10 BLU pengelola dana.