Mampukah HarmonyOS Huawei Sejajar dengan Android

·Bacaan 3 menit

VIVAAndroid milik Google punya rival baru. HarmonyOS yang dibangun Huawei mulai dipergunakan di beberapa smartphone, tablet, smartwatch, bahkan peralatan rumah tangga. Sistem operasi (OS) ini dibangun buntut dari sanksi Amerika Serikat (AS) yang memblokir akses Google ke perangkat asal China tersebut.

Huawei mulai melakukan transisi ke HarmonyOS pada tahun lalu yang diawali pada perangkat Internet of Things (IoT). Saat ini mereka telah memiliki banyak mitra untuk sistem operasinya, termasuk raksasa peralatan rumah tangga Midea, pembuat drone DJI, dan pembuat jam Swiss Tissot serta Swatch.

Lalu, apakah HarmonyOS dapat bersaing dengan Android? Sebelum menjawab pertanyaan ini, mari terlebih dahulu mengenal HarmonyOS. Harmony atau dikenal sebagai Hongmeng dalam bahasa China adalah sistem operasi yang telah dikerjakan oleh Huawei sejak 2012.

Saat itu sekelompok kecil eksekutif yang dipimpin oleh Pendiri Huawei Ren Zhengfei mengadakan pertemuan tertutup untuk bertukar pikiran tentang cara mengurangi ketergantungan pada Android, menurut situs South Morning China Post, Jumat, 11 Juni 2021.

Kemudian, pada Mei 2019, Huawei masuk daftar hitam AS yang mengakibatkan hilangnya akses ke layanan Google. Meski Android Open Source Project (AOSP) masih gratis untuk digunakan siapa saja, tapi layanan milik Google itu dianggap harus dimiliki oleh perangkat Android di luar China. Penjualan Huawei pun merosot sejak larangan tersebut.

Mulai saat itu pula perusahaan teknologi yang berbasis di Shenzhen ini tidak akan menginstal HarmonyOS di seluruh ponsel pintarnya agar bisa terus menggunakan Android milik Google untuk melindungi ekosistem aplikasinya. Tapi, AS terus melakukan pembatasan menjadi lebih ketat.

Huawei memposisikan HarmonyOS sebagai sistem operasi modern yang dirancang untuk semua perangkat IoT, membuatnya lebih fleksibel daripada Android atau iOS besutan Apple yang sudah dikembangkan lebih dari satu dekade silam.

Perangkat pertama yang diluncurkan menggunakan HarmonyOS bahkan bukanlah smartphone, melainkan TV pintar yang diluncurkan pada Agustus 2019 dari merek Honor. Saat ini, OS tersebut menimbulkan pertanyaan tentang apakah itu hanya versi lain dari Android.

Sebab, Huawei mengaku menggunakan kode AOSP dan kernel Linux di smartphone. Kernel adalah dasar dari setiap OS yang memungkinkan perangkat lunak untuk berinteraksi dengan perangkat keras. Sebagian besar sistem operasi berjalan pada kernel monolitik yang berisi semua yang diperlukan untuk menjalankan sistem.

Bukan itu saja. Huawei mengaku menggunakan mikrokernel, yang mana sistem dapat dipecah menjadi komponen yang lebih kecil dan disatukan kembali untuk mendukung perangkat masa depan dan mengaktifkan fitur tertentu.

Dengan hanya menjalankan operasi dasar, mereka dapat menyerahkan segala sesuatu ke bagian lain dari sistem, membuatnya lebih cocok untuk IoT. Huawei bukan perusahaan China pertama yang mencoba menantang hegenomi Android dan iOS.

Alibaba Group Holding milik Jack Ma diketahui memiliki AliOS, distribusi Linux yang pernah berjalan di smartphone dengan nama YunOS dan sekarang terbatas hanya pada perangkat IoT. Bahkan, jika tidak karena sanksi AS, Huawei masih akan menghadapi tantangan yang signifikan agar OS barunya menjadi sukses.

Tanpa akses ke Google, YouTube, Facebook, dan banyak aplikasi serta layanan populer lainnya, sulit rasanya bagi HarmonyOS diluncurkan di luar China. Apalagi saat ini, sebagian besar pabrikan China masih belum lepas ketergantungannya dari Android. Meski begitu, HarmonyOS bisa menjadi solusi jangka panjang apabila perang teknologi terus berlanjut dengan tensi sangat tinggi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel