Man Utd memburu sukses di kandang saat ujian dari Leipzig kian dekat

·Bacaan 3 menit

London (AFP) - Ole Gunnar Solskjaer telah menghentikan tren buruk di Manchester United namun dia harus menemukan kembali formula kemenangan di kandangnya saat dia bersiap menjamu RB Leipzig di Liga Champions pada Rabu.

Ambruknya United melawan Tottenham awal Oktober membuat klub ini kembali ke mode krisis saat pelatih Norwegia itu berusaha memperbaiki pertahanannya yang rapuh.

Rasa panik telah mereda setelah menang 4-1 melawan Newcastle diikuti dengan kemenangan tandang 2-1 yang mengesankan melawan Paris Saint-Germain dalam pertandingan pembuka United di kancah Eropa.

Tetapi Setan Merah cuma memetik hasil imbang 0-0 yang menjemukan melawan Chelsea di Old Trafford yang kosong akhir pekan lalu sehingga membuat mereka tanpa kemenangan kandang selama Liga Premier musim ini.

Tim Solskjaer ini menjadi tim United pertama sejak musim 1972/1973 yang gagal memenangkan salah satu dari tiga pertandingan kandang pembukanya di liga sehingga mereka kini mereka mendekam di papan bawah klasemen.

Terlepas dari hasil yang mengecewakan itu, sang manajer optimistis setelah hasil imbang di kandang Sabtu, yang terjadi setelah kekalahan memalukan 1-3 melawan Crystal Palace dan dipermalukan 1-6 oleh Tottenham di Old Trafford.

"Kami mencatat clean sheet, kami bermain menekan, kami menghentikan rangkaian kekalahan di kandang," kata dia.

"Kami ingin menang, tentu saja Anda ingin menang di kandang, tetapi saya kira adalah penampilan yang solid ketika Anda memandang pekan yang sudah kami lewati. Kami menjalani pekan yang sangat bagus dengan dua kemenangan dan sekali imbang."

Berbeda dengan penampilan kandangnya yang buruk, United benar-benar tampil impresif pada laga tandang. Kemenangan mencolok mereka di Paris adalah kemenangan tandang ke-10 berturut-turut mereka, tidak termasuk pertandingan di tempat netral, yang adalah rekor baru untuk klub ini.

Solskjaer sudah berspekulasi bahwa salah satu alasan penurunan performa kandang adalah perubahan rutinitas selama periode lockdown. Dia juga tak sabar menunggu kembalinya penonton untuk menambah suara dan warna.

Sang manajer mengubah rutinitas pra-pertandingan sebelum pertandingan melawan Chelsea dalam upaya membalikkan peruntungan timnya di Old Trafford, dengan menginapkan mereka di hotel pada malam sebelum pertandingan.

Terlepas dari ketidakkonsistenan United, bek Luke Shaw yakin mereka sedang menuju ke arah yang benar.

"Saat kami saat ini berada di lapangan, rasanya berbeda dengan sebelumnya (pada awal musim). Sebelumnya, kami melakukan banyak kesalahan konyol dan ceroboh -kesalahan-kesalahan individu- dan saya pikir kami sudah belajar dari itu dan kami telah bekerja keras dalam berlatih," kata dia.

"Kami tahu kami perlu meningkat dan saya kira kami perlu membangunnya hari ini (Sabtu) dan membawanya ke Rabu."

Kemenangan melawan pemuncak klasemen Bundesliga akan menempatkan United pada posisi kuat untuk finis dua besar dalam Grup H, dengan tempat kedua diperebutkan antara Leipzig dan PSG.

Tapi tim asuhan Julian Nagelsmann yang sedang bagus-bagusnya yang memulai kampanye Eropa mereka dengan kemenangan 2-0 melawan Istanbul Basaksehir itu juga memiliki kesempatan memantapkan otoritas mereka di grup ini.

Solskjaer harus memutuskan apakah akan bertahan atau menyerang tim Jerman yang mencapai semifinal Liga Champions musim lalu itu.

Dia memasang formasi darurat tiga bek tengah Axel Tuanzebe, Luke Shaw dan Victor Lindelof di Paris, sedangkan Aaron Wan-Bissaka dan pemain baru Alex Telles beroperasi sebagai bek sayap.

Tetapi Solksjaer kembali ke formasi empat bek saat melawan Chelsea, dengan Harry Maguire yang mengalami awal yang sulit musim ini di dalam dan di luar lapangan kembali masuk skuad.

Solskjaer juga harus membuat keputusan di lini tengah.

Scott McTominay dan Fred sudah menjadi starter pada tiga pertandingan sejak jeda internasional, dengan Paul Pogba dimasukkan sebagai pemain pengganti setiap kali ingin menambahkan tekanan ke depan.

Solskjaer dimanjakan dengan pilihan di lini depan, dengan pemain baru Edinson Cavani dan Mason Greenwood sama-sama siap turun dan Anthony Martial tersedia meskipun terkena larangan bermain di liga domestik bersama Marcus Rashford.

Pelatih asal Norwegia itu menjadi terbiasa dengan fajar palsu (situasi menjanjikan tetapi tak terwujud) tetapi kemenangan melawan pemuncak klasemen liga Jerman akan menjadi petunjuk lain bahwa United mungkin tengah menuju ke arah yang benar.

jw/pb