Manager NASA ragu bisa daratkan astronot di Bulan pada 2024

Cape Canaveral, Fla. (AP) - Seorang manager senior NASA pada Rabu (18/9) meragukan kemampuan badan antariksa itu bisa mendaratkan astronot di Bulan sampai 2024.

Kenneth Bowersox, Penjabat Asisten Administratur buat Operasi dan Eksplorasi Manusia, mengatakan kepada sub-komite Kongres bahwa NASA berbuat sekuat daya untuk memenuhi tenggat yang diberikan oleh Gedung Putih. Tapi ia menyatakan, "Saya mempertaruhkan hadiah ulang tahun anak tertua saya atau apa pun semacamnya."

Bowersox --mantan komandan stasiun ruang angkasa dan pesawat ulang-alik antariksa-- mengatakan bagus buat NASA untuk memiliki "sasaran agresif itu". Banyak hal perlu dipersatukan, seperti tantangan dana dan teknis, katanya, agar peluang 2024 dapat terwujud.

"Apa yang penting ialah kita meluncurkan ketika kita siap, bahwa kita memiliki misi yang berhasil ketika itu dilucurkan, dan saya takkan duduk di sini dan memberitahu anda semua bahwa cuma akan mewujudkannya," kata Bowesox ketika menjawab satu pernyataan dari anggota Parlemen AS Bill Posey, Republik dari Florida. "Ada banyak risiko dalam menetapkan tanggal, tapi kami ingin berusaha melaksanakannya."

Pemerintah Trump pada Maret mendesak NASA agar mempercepat rencana pendaratan di Bulannya selama empat tahun sampai 2024. Permintaan itu disampaikan beberapa bulan sebelum peringatan ke-50 untuk pertama kali astronot Apollo 11 Neil Armstrong dan Buzz Aldin menginjakkan kaki di Bulan.

NASA telah menamakan program tersebut Artemis, yang diambil dari saudari kembar Apollo dalam mitologi Yunani, dan berjanji tim pertama yang berjalan di Bulan akan meliputi seorang perempuan. Pasangan itu akan mendarat di Kutub Selatan Bulan, tempat banyak kandungan air beku dapat dimanfaatkan buat penjelajah masa depan. Administratur NASA Jim Bridenstine --yang mendorong buat Artemis setiap pelaung yang ia miliki-- menegaskan sasarannya ialah keberlanjutan masa ini dan seterusnya, dan Bulan menjadi lahan pelatihan penting buat ekspedisi ke Mars, mungkin pada 2030-an.

Badan antariksa tersebut masih perlu tampil dengan pakaian baru, pesawar penjelajah dan pesawat baru pendaratan di Bulan.

Anggota Parlemen AS Michael Waltz, Republik dari Florida, bertanya selama dengan pendapat di sub-komite antariksa mengapa terjadi pembicaraan sangat lama dan sangat mahal buat NASA 'untuk kembali ke tempat kita pernah ada" selama Apollo. Misi terakhir Apollo ke Bulan ialah pada 1972.

Doug Cooke, mantan manager eksplorasi NASA yang sekarang mengelola bisnis konsultan sendiri, mengatakan para insinyur sering ingin mencakup gagasan dan teknologi baru, dan oleh karena itu, program tersebut "terjebak pada itu hingga tingkat tertentu".

Ia mendukung pendekatan yang lebih sederhana seperti Apollo untuk membawa kembali astronot ke Bulan, dan memerlukan peluncuran yang lebih sedikit dan manuver kritis dibandingkan dengan yang diterapkan dalam program Artemis. Pos depan kecil yang diusulkan NASA di sekitar Bulan dan dikenal dengan nama Gateway, tempat astronot akan turun ke permukaan Bulan, mesti ditunda sampai misi belakangan, kata Cooke.

Cooke merujuk kepada kecemasan nyata di Mission Control selama pendaratan Apollo di Bulan.

"Itu cukup berat sebagaimana adanya," katanya.

Mengenai apakah perusahaan swasta seperti SpaceX bisa mengalahkan NASA ke Bulan, Bowersox mengatakan, "Saya masih bertaruh --tapi mereka mungkin bisa menjadi bagian dari program kami."