Manajemen baru ZBRA optimistis dengan masuknya DNR Corporation

·Bacaan 2 menit

Manajemen baru PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) optimistis dengan masuknya DNR Corporation dalam bisnis inti akan semakin mendorong kinerja perseroan, terutama dalam bidang rantai pasokan atau supply chain.

"Tentunya dengan masuknya DNR Corporation sebagai bagian utama dalam bisnis ZBRA, tentu saja akan memberi tren positif bagi bisnis ZBRA ke depannya. Menambah dampak yang baik kepada aktivitas bisnis logistik dan juga pemenuhan konsep supply chain yang terintegrasi dari hulu ke hilir untuk menjawab kebutuhan masyarakat," kata Komisaris Utama dan Independen ZBRA Robert Pakpahan melalui keterangan di Jakarta, Senin.

Perusahaan yang mencatatkan dirinya di bursa sejak 1996 itu kini telah bertransformasi dari perusahaan jasa transportasi taksi menjadi perusahaan yang bergerak di bidang supply chain.

Perubahan bisnis utama perseroan itu ditandai dengan masuknya PT Trinity Healthcare (THC) sebagai pemegang saham pengendali perseroan menggantikan PT Infinity Wahana melalui Penandatanganan Jual Beli Saham (PJBB) yang telah dilakukan pada 25 Februari 2021 silam.

THC yang juga merupakan pemegang saham pengendali DNR Corporation akan membuat bisnis DNR Corporation menjadi bisnis inti yang akan dijalankan ZBRA.

Lebih lanjut, konsep “integrated end-to-end supply chain solution” akan menjadi konsep bisnis utama yang akan dijalankan oleh ZBRA. Di sinilah peran utama DNR Corporation sebagai bagian dari ZBRA akan dijalankan.

"Kita berharap lewat konsep integrated end-to-end supply chain solution ini, dan DNR Corporation akan berperan menjadi jantung dari ZBRA, sehingga masyarakat akan melihat bahwa ZBRA adalah DNR Corporation dan DNR Corporation adalah ZBRA," kata Direktur Utama ZBRA Rudy Tanoesoedibjo.

Rudy menuturkan, dengan nilai ekuitas sekitar Rp1,1 triliun dan nilai aset sekitar Rp2,7 triliun, serta omset kotor sebesar Rp400 miliar setiap bulan berjalan, nantinya laporan keuangan DNR akan terkonsolidasi dengan laporan keuangan Zebra.

Dari sisi laporan keuangan, selama ini DNR Corporation telah mencatatkan kinerja positif di sepanjang 2020 dengan berhasil membukukan laba kotor sekitar kurang lebih Rp4,3 triliun dan laba bersih sekitar Rp3,8 triliun.

DNR Corporation menjalankan bisnis supply chain melalui anak usahanya yaitu DNR Distribution, iStoreiSend Indonesia (SSI), MTG, DPORT, dan BIG.

Baca juga: DNR Distribusi ditunjuk jadi distributor resmi vaksin Sinovac
Baca juga: Luhut yakini Indonesia bakal jadi "global supply chain" mobil listrik
Baca juga: Erick: Manajemen rantai pasok masih jadi tantangan hadapi COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel