Manajemen PSIS Apresiasi Prestasi Apik Laskar Mahesa Jenar di Piala Menpora 2021

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Semarang - PSIS Semarang telah menjalani kiprah di Piala Menpora 2021 dengan prestasi yang apik. Tim berjulukan Mahesa Jenar itu menembus perempat final hingga akhirnya disingkirkan oleh PSM Makassar lewat drama adu penalti.

Tersingkirnya PSIS Semarang memang terbilang karena kurang beruntung. Pertandingan berakhir imbang tanpa gol sehingga harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam fase tos-tosan ini, PSIS kalah 2-4, sekaligus mengakhiri kiprah mereka di Piala Menpora 2021.

Hal yang tidak perlu diratapi, termasuk manajemen klub PSIS Semarang. Pencapaian di Piala Menpora dirasa sudah sangat baik, apalagi ketika melakoni babak penyisihan grup. PSIS tampil perkasa dan menjadi tim yang paling produktif.

Sembilan gol dalam tiga pertandingan, sudah cukup membuktikan kehebatan PSIS untuk urusan mencetak gol. Kemudian, melihat materi tim yang 100 persen adalah pemain lokal, kualitas kekompakan sangat terasa.

"Meski kalah dan tersingkir, kami tetap mengapresiasi pemain. Prestasi 8 besar, menurut manajemen sudah luar biasa. Dengan materi pemain dan kemampuan seperti itu, saya kira ini sebuah prestasi yang bagus," ungkap General Manager PSIS Semarang, Wahyu Winarto, Senin (12/4/2021).

Libur Sementara

Gelandang PSIS Semarang, Fandi Eko Utomo (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua ke gawang Persikabo 1973 dalam laga matchday ke-2 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (25/3/2021). PSIS menang 3-1 atas Persikabo 1973. (Bola.com/Arief Bagus)
Gelandang PSIS Semarang, Fandi Eko Utomo (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua ke gawang Persikabo 1973 dalam laga matchday ke-2 Grup A Piala Menpora 2021 di Stadion Manahan, Solo, Kamis (25/3/2021). PSIS menang 3-1 atas Persikabo 1973. (Bola.com/Arief Bagus)

Sementara itu, PSIS Semarang mampu memaksimalkan potensi pemain mudanya di turnamen pramusim Piala Menpora itu. Tenaga muda asli produk PSIS diorbitkan, seperti Pratama Arhan Alief, Alfeandra Dewangga Santosa, Wahyu Prasetyo, Eka Febri, Riski Fajar, Farrel Arya, dan Mahir Radja.

Buktinya mereka mampu melakukan sesuatu yang lebih ketimbang beberapa klub elite lain. Mereka dapat unjuk gigi dan bermain lepas mengeluarkan semua bakat yang terpendam.

Meski demikian, secara umum penampilan selama di Piala Menpora menjadi bahan evaluasi berharga sebelum mengarungi kompetisi resmi 2021.

"Dengan hasil kemarin, tentu ada banyak pekerjaan rumah atau evaluasi. Selanjutnya tim diliburkan dulu karena sudah memasuki awal puasa. Pemain pasti ingin kumpul dulu dengan keluarga, sambil menunggu kepastian kompetisi," jelas pria yang akrab disapa Liluk itu.

Video