Manajer Sebut Tukul Arwana Tak Punya Riwayat Penyakit Berat Sebelum Alami Perdarahan Otak

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Tukul Arwana saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Negara (RS PON), Cawang, Jakarta Timur, setelah menjalani operasi akibat perdarahan otak.

Rizki Kimon manajer Tukul Arwana mengatakan, selama ini komedian dan juga presenter 57 tahun itu tidak punya riwayat penyakit berat sampai akhirnya mengalami perdarahan otak.

Tukul Riyanto begitu nama aslinya, juga tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Beliau (Tukul) enggak ada riwayat penyakit yang berat. Sebelum kejadian ini, enggak ada," ujar Rizki Kimon ditemui di RS PON, Sabtu (25/9/2021).

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Batuk Pilek

Tukul Arwana telah menyiapkan lagu bernuansa religi menjelang bulan suci Ramadan.
Tukul Arwana telah menyiapkan lagu bernuansa religi menjelang bulan suci Ramadan.

Selama ini keluhan Tukul hanya penyakit umum yang sering dirasakan orang banyak. Hanya saja sebelum mengalami perdarahan otak, ia sempat merasakan pusing.

"Ya kalau cuma batuk, pilek, pusing itu sebenarnya sakit sakit wajar sih," ujarnya.

Tak Ada Gejala

Tukul Arwana (kapanlagi.com)
Tukul Arwana (kapanlagi.com)

Sebelum mengalami perdarahan otak, Tukul masih bercengkrama dengan keluarga dan karyawannya di rumah. Sampai akhirnya kondisinya drop dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

"Enggak ada gejala, beliau tidur mungkin merasa pusing, terus kaya tersedak abis itu minum dan ada yang ganjil akhirnya dibawa ke rumah sakit," kata Kimon.

Minta Doa

Komedian Tukul Arwana (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Komedian Tukul Arwana (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Rizki Kimon meminta doa buat Tukul Arwana, agar bisa kembali sembuh seperti sedia kala dan bisa menghibur masyarakat Indonesia dengan candaannya yang khas.

"Mohon doanya teman-teman agar Mas Tukul lekas pulih, lekas menghibur teman-teman semua, masyarakat Indonesia, begitu saja. Kami minta bantuan doa sebesar-besarnya," harapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel