Manchester City akan hadapi kekacauan akibat skorsing

London (AFP) - Mantan bintang klub sepak bola Inggris Manchester City, Rodney Marsh, khawatir bahwa juara Liga Premier itu akan berantakan akibat larangan dua tahun yang mengejutkan dari kompetisi UEFA.

City dilarang tampil di Liga Champions dan Liga Europa dari awal musim depan dan didenda 30 juta euro (£ 24,9 juta) setelah ditemukan telah melakukan "pelanggaran serius" peraturan keuangan.

Sanksi berat tersebut terkait dengan dugaan penerimaan berlebihan dari sponsor dalam upaya klub untuk menyiasati aturan Financial Fair Play.

City, yang saat ini berada di urutan kedua di belakang pemimpin Liga Premier Liverpool, mengatakan mereka akan mengajukan banding terhadap hukuman itu melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Namun, kerugian City di dalam dan di luar lapangan akan sangat besar jika larangan itu diterapkan.

Mantan penyerang tim nasional Inggris, Marsh, yang dianggap sebagai salah satu pemain hebat City pada tahun 1970-an, khawatir pemilik klub yang berbasis di Abu Dhabi, Sheikh Mansour, tersebut akan hengkang akibat kasus itu.

"Jika keputusan ini ditegakkan, tidak akan mengejutkan saya jika nanti pemilik Sheikh Mansour menjual klub," tweetnya.

"Dia luar biasa hebat bagi City selama ini dan ini pukulan berat. Saya tidak akan menyalahkannya."

City harus menunggu dengan cemas untuk mengetahui apakah banding mereka berhasil dan sementara itu akan ada spekulasi tentang Mansour dan masa depan manajer City Pep Guardiola dan para pemain bintangnya.

Guardiola dan timnya mungkin tidak ingin berlama-lama di City jika mereka dilarang tampil di Liga Champions.

Tapi, mantan gelandang City Michael Brown mengharapkan Mansour untuk berjuang menyelamatkan reputasi klub serta mempertahankan kesuksesan tim mereka.

"Apa yang telah mereka lakukan sebagai klub sepak bola, apa yang telah mereka lakukan di lapangan, cara mereka melakukannya, saya pikir mereka memang klub papan atas," kata Brown kepada BBC.

"Mereka terhormat karena bagaimana mereka melakukannya, seperti yang biasa dilakukan Manchester City. Ini akan mengejutkan bagi mereka, tetapi itu akan menjadi sesuatu yang harus mereka perjuangkan."

Sementara itu, mantan gelandang Manchester United dan Inggris, Paul Ince, tidak setuju dengan Brown. Menurutnya, larangan itu bisa meyakinkan Guardiola dan para pemainnya untuk mencari jalan keluar.

Guardiola telah memenangi dua gelar Liga Premier, satu Piala FA, dan dua kali Piala Liga sejak tiba di Stadion Etihad pada 2016.

Kontraknya akan berakhir pada 2021 di tengah laporan bahwa dia memiliki klausul yang memungkinkannya untuk hengkang pada akhir musim ini.

"Manchester City adalah salah satu klub terbesar di dunia," kata Ince kepada BT Sport. "Para pemain terbaik ingin bermain untuk klub terbaik karena mengincar Liga Champions. Jika mereka tidak berada di dalamnya selama dua tahun ke depan, apakah mereka akan bisa mendapatkan pemain terbaik?

"Untuk Pep, tim harus merebut gelar juara tahun ini. Jika mereka tidak bisa bersaing selama dua tahun ke depan, pertanyaannya adalah apa yang akan dilakukan Pep dan pemain mana yang akan bisa mereka datangkan?"