Manchester United Merasa Hadiah Penaltinya Dirampok Opini Pesaing

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer bersikeras menganggap anak asuhnya layak mendapatkan hadiah penalti dalam pertandingan melawan Chelsea di Stamford Bridge, Minggu malam WIB 28 Februari 2021. Ketika wasit tak memberikan itu, alhasil tim tamu harus puas bermain imbang tanpa gol.

Momen yang dirujuk Solskjaer terjadi ketika pertandingan baru memasuki menit 14. Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi terlihat menyentuh bola dengan tangannya.

Pemain MU sontak melakukan protes terhadap wasit. Tapi Stuart Attwell yang memimpin jalannya pertandingan memilih untuk menghiraukan protes tersebut.

Pemain MU tak berhenti melakukan protes. Dan akhirnya Attwell memilih untuk menggunakan video assistant referee (VAR) untuk mengecek. Sayangnya, tim tamu tak mendapatkan apa yang diinginkannya.

Yang kemudian mengkhawatirkan Solskjaer, ketika wasit memutuskan tidak memberikan penalti karena termakan opini yang dibentuk belakangan ini, yaitu MU terlalu sering mendapatkannya.

"Itu penalti. Saya agak khawatir kami tidak mendapatkan penalti itu setelah ada keributan tentang kami yang terus mendapatkan penalti," ujar Solskjaer, dikutip dari BBC.

Beberapa manajer papan atas Premier League seperti Juergen Klopp dan Frank Lampard sempat mengutarakan keheranannya. Mereka merasa tidak seberuntung MU yang sering mendapat hadiah penalti.

"Ada satu poin manajer memengaruhi wasit. Saya percaya wasit tidak akan terpengaruh olehnya. Tapi saya sangat terkejut dengan keputusan ini," tuturnya.