Mancini Usahakan Perbaikan di Wigan Seperti 1968

Wigan, Inggris (AFP/ANTARA) - Pelatih Manchester City Roberto Mancini berusaha mengembalikan akurasi kekuatan striker mereka seperti ketika tim itu meraih gelar juara Mei 1968.


City akan berkunjung ke DW Stadium menghadapi Wigan Athletic, Rabu malam, setelah bermain tanpa gol lawan juara Liga Champions Chelsea pada Minggu sehingga mereka terpaut satu poin dari tim puncak Manchester United pada kompetisi Liga Utama Inggris.


Mendapatkan satu poin pada laga di Stamford Bridge bukan merupakan hal memalukan, tapi sepertinya lonceng peringatan mulai berdentang bagi pelatih City itu.


Gebrakan keras yang dilakukan Sergio Aguero, Edin Dzeko, Carlos Tevez dan Mario Balotelli, membuka peluang untuk menghindari jalan buntu di Chelsea.


Namun ketika hanya tim tetangga United yang melebihi angka gol City sebanyak 25 gol, bila dibandingkan dengan hasil musim lalu pasti akan membuat Mancini cemas.


City mencetak 43 gol pada tahapan itu setahun lalu, menang 6-1 di Old Trafford dan unggul 5-1 di Tottenham Hotspur, sedangkan Aguero dan Dzeko masing-masing mendulang 10 gol.


Dzeko saat ini mencetak enam gol, sama dengan yang dilakukan Tavez sedangkan Aguero sudah mencetak lima gol.


Dengan ambisi setidaknya meraih gelar Liga Champions musim ini, Mancini menginginkan akhir kompetisi liga membawa keberuntungan bagi mereka, gelar yang sejauh ini baru diperoleh United dan Chelsea.


Ia pasti tidak dapat melupakan ketika City dan United sama-sama mengoleksi 89 poin hingga akhir musim, terpaut hanya selisih gol, sehingga laga final menjadi cukup menegangkan di era sepak bola modern ini.


"Saya tidak tahu berapa kali kami melakukan serangan (di Chelsea) tapi tidak ada pemain yang mendekati kotak gawang lawan. Ini tidak boleh lagi terjadi," kata Mancini.


"Kami memiliki empat striker kuat dan saya ingin mereka bekerja lebih keras lagi dan mencetak gol bila mereka memiliki peluang - mereka adalah striker dan untuk itu lah mereka berada di lapangan, bukan untuk bertahan," katanya.


"Mereka tentu saja harus bertahan, tetapi mereka harus memanfaatkan kesempatan. Mereka adalah striker top dan harus memanfaatkan kehebatan mereka," katanya.


"Terkadang memang susah, apalagi bila melawan Chelsea, tapi kehilangan dua poin. Kami berada di urutan kedua dan kami tidak menyukai itu," katanya.


Wigan tampil seperti ketika memenangi salah satu dari 10 laga tandang mereka musim lalu dan tim berterima kasih pada pencetak gol Dzeko, termasuk atas kemenangan Latics 3-2 atas Reading, Sabtu, merupakan kemenangan kedua dari tujuh laga kandang bagi anak asuh Roberto Martinez itu.


Jordi Gomez melakukan hatrik "sempurna" ketika melesakkan bola melewati penjagaan kiper Ali Al Habsi.

Penjaga gawang berusia 30 tahun dari Oman itu membuat gol bunuh diri sehingga kedudukan bagi Reading menjadi 2-2 dengan sisa waktu 10 menit, tetapi Martinez memiliki rasa percaya diri amat besar.


"Saya gembira ia membuat kesalahan. Untuk tiap kesalahan akan ada 20 penyelamatan gawang. Terkadang saya memakai rasio itu," kata Martinez.


"Ali tidak ada mengatakan sesuatu setelah pertandingan. Jadi kami berterima kasih kepadanya atas penyelamatan gawang yang dilakukannya sebelumnya," katanya.


"Tidak ada pejaga gawang lain untuk menggantikan Ali. Ia penjaga gawang bagus. Ia masih akan berkembang dengan bagus," katanya.


"Ia masih akan maju terus, ia penjaga gawang yang akan bermain dan memenangkan gelar di Liga Champions dan Piala Dunia," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.