Mandi Wajib Saat Ramadan, Ini Niat dan Tata Cara Beserta Penjelasan Waktunya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Mandi wajib atau mandi junub adalah proses membersihkan diri dari hadas besar dan sifatnya wajib bagi seorang muslim ketika ingin beribadah seperti puasa Ramadan. Hal ini untuk membersihkan dan mensucikan diri dari hadas besar.

Mandi wajib dilakukan dengan cara membasuh seluruh tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Orang yang diharuskan melakukan mandi wajib sebelum puasa di antaranya adalah orang yang telah melakukan hubungan intim, wanita setelah haid hingga setelah melahirkan. Allah SWT berfirman di dalam Al Quran surat An-Nissa ayat 43.

"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun." (QS Annisa ayat 43).

Supaya mandi wajib diterima dan bisa melakukan ibadah puasa, maka harus disertai dengan bacaan niat dan tata cara mandi wajib, beserta penjelasan waktu yang tepat untuk mandi wajib saat Ramadan. Namun, doa mandi wajib sendiri berbeda-beda karena disesuaikan dengan penyebab hadas besar yang membuat Anda harus melakukan mandi junub tersebut.

Berikut ini bacaan niat, tata cara dan penjelasan waktu untuk mandi wajib saat Ramadan yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (27/4/2021).

Penyebab Orang Harus Mandi Wajib

ilustrasi mandi wajib (pixabay)
ilustrasi mandi wajib (pixabay)

Setidaknya terdapat 3 penyebab seseorang harus melakukan mandi junub atau mandi wajib adalah sebagai berikut.

1. Berhubungan suami istri

2. Berhentinya darah nifas

3. Wanita usai masa haid

4. Keluar mani karena sebab lain

5. Pria mimpi basah

6. Melahirkan

7. Setelah masuk islam

Bacaan Niat Mandi Wajib

Ilustrasi Berdoa Credit: freepik.com
Ilustrasi Berdoa Credit: freepik.com

1. Doa mandi wajib usai berhubungan suami istri

Nawaitul Ghusla Liraf'il Hadatsil Akbari Fardhan Lillaahi Ta'aala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah ta'ala.”

2. Doa mandi wajib usai berhentinya darah nifas

Nawaitul Ghusla Lirafil Hadatsil Nifasi Lillahi Ta’ala.

Artinya : “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah ta’ala.”

3. Doa mandi wajib usai masa haid

Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Haidil Lillahi Ta'ala.

Artinya :“Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.”

Tata Cara Mandi Wajib

Setelah membaca niat, Anda dapat melakukan mandi wajib sesuai dengan tata cara yang sudah ditentukan. Berikut tata cara mandi wajib antara lain:

1. Membaca niat mandi junub, hal ini dapat dilakukan dalam hati.

2. Membasuh tangan kanan dan kiri sebanyak 3 kali.

3. Membersihkan kemaluan dan bagian lain yang dianggap kotor seperti dubur, ketiak, pusar hingga sela jari kaki menggunakan tangan kiri.

4. Mengulangi mencuci kedua tangan agar terhindar dari najis.

5. Berwudhu seperti akan melakukan salat.

6. Membasuh rambut dan kepala dengan sela-sela jari yang basah.

7. Mengguyur kepala sebanyak tiga kali secara menyeluruh di bagian kepala dan kulit kepala.

8. Menyiram tubuh secara merata dari ujung rambut hingga ujung kaki dimulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan dengan bagian kiri.

9. Selain memastikan bahwa doa yang dibaca sudah sesuai, saat mandi junub jangan lupa pastikan bagian lipatan kulit juga ikut dibersihkan.

Waktu yang Tepat untuk Mandi Wajib saat Ramadan

ilustrasi waktu (iStockphoto)
ilustrasi waktu (iStockphoto)

Saat Ramadan ada aturan waktu untuk mandi wajib. Menurut Ketua LPM IAIN Surakarta yaitu H. Muh. Nashiruddin, S.Ag, M.A, M.Ag menjelasakan bahwa waktu yang tepat melakukan mandi wajib adalah tergantung dari waktu yang tersisa untuk sahur karena sahur yang jelas ada waktu yang terbatas sampai pada terbitnya fajar shodiq atau masuknya waktu subuh.

Apabila waktu yang tersisa untuk sahur tinggal sedikit maka diutamakan untuk melakukan sahur terlebih dahulu. Setelah sahur baru kemudian melakukan mandi wajib. Namun, apabila waktu yang dimiliki masih banyak dan memungkinkan untuk mandi wajib, maka terlebih dahulu mandi wajib agar tubuh dalam keadaan bersih. Setelah badan bersih, baru melakukan santap sahur. Apabila waktu yang dimiliki sebelum sahur sangat sedikit, bisa diluangkan untuk membasuh kemaluannya dan kemudian wudu terlebih dahulu.

Itu tadi bacaan niat, tata cara beserta penjelasan waktu untuk mandi wajib atau mandi jubun saat Ramadan. Pahamilah penjelasan diatas secara seksama, agar ibadah puasa yang sudah kita lakukan tidak sia-sia sebab masih dalama keadaan badan atau tubuh kotor karna hadas besar.