Mandiri Institute: Belanja masyarakat menengah naik drastis

·Bacaan 2 menit

Mandiri Institute mengeluarkan kajian yang menyebutkan setiap lapisan kelompok masyarakat mengalami pemulihan tingkat pengeluaran atau belanja, terutama kelompok menengah seiring dengan penyesuaian ketentuan PPKM setelah menurunnya jumlah kasus harian COVID-19.

“Belanja kelompok masyarakat menengah mengalami kenaikan drastis. Hingga 15 Agustus 2021, indeks belanja kelompok menengah menunjukkan angka 110,5 persen,” kata Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono dalam publikasi hasil kajiannya di Jakarta, Senin.

Mandiri Institute mengklasifikasikan kelompok masyarakat menengah sebagai masyarakat yang memiliki penghasilan Rp8,4 juta per bulan. Dengan indeks belanja masyarakat menengah hingga 110,5 persen, belanja kelompok tersebut sudah berada di tingkat sebelum pandemi COVID-19 atau sebelum Januari 2020.

Menurut Teguh, pemulihan belanja terjadi di setiap lapisan kelompok masyarakat. Dari tiga kelompok masyarakat yang dibagi berdasarkan penghasilan yakni kategori bawah, menengah, atas. Semua kategori masyarakat menunjukkan kenaikan dalam belanja masyarakat.

“Sementara itu kelompok bawah juga mengalami kenaikan. Selain pelonggaran mobilitas, dukungan pemerintah terhadap kelompok ini, dalam bentuk perlindungan sosial, juga berdampak positif bagi kelompok bawah,” ujarnya.

Kenaikan tingkat belanja masyarakat ini, menurut Mandiri Institute, terjadi di Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan pemulihan yang cepat seiring dengan diturunkannya tingkat PPKM di banyak provinsi di Pulau Jawa.

Faktor lain yang mendorong kenaikan belanja di Jawa, kata Teguh, adalah menurunnya kasus positif COVID-19. Hal ini membuat masyarakat relatif lebih berani untuk melakukan aktivitas ekonomi.

“Indeks nilai belanja di Jawa pada 15 Agustus berada di 73,4 naik dari 63,8 pada tanggal 1 Agustus 2021,” ujar Teguh.

Sementara itu, indeks belanja di luar Pulau Jawa menunjukkan tren yang menurun, meskipun secara total masih berada di level yang tinggi. Hingga 15 Agustus 2021, indeks belanja di luar Pulau Jawa berada di tingkat 86,4.

Sejalan dengan peningkatan belanja, tingkat pengeluaran di restoran dan toko serba ada (department stores) perlahan mulai meningkat, meskipun masih di bawah 100 atau level normal sebelum pandemik.

Pada 15 Agustus 2021, indeks belanja terkait restoran berada di tingkat 94,8 atau membaik dibandingkan situasi di 1 Agustus 2021.

“Sementara itu belanja di ritel yang terkait kebutuhan rumah tangg dan supermarket tampaknya tidak terdampak cukup dalam semasa PPKM Darurat,” kata Teguh.

Baca juga: Mandiri Institute: Demokrasi dorong pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Mandiri Institute sebut ada kenaikan belanja pada triwulan II-2021

Baca juga: Survei: Penyebaran COVID-19 dan PSBB tekan usaha ritel dan restoran

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel