Manfaat Bioglass untuk Kesehatan, Ketahui Kebenarannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Manfaat bioglass belakangan kerap terdengar di dunia kesehatan. Bioglass merupakan biomaterial yang bermanfaat di dunia medis. Manfaat bioglass memang sudah lama digunakan dalam kebutuhan medis.

Terlepas penggunannya di dunia medis, manfaat bioglass juga cukup populer sebagai produk kesehatan alternatif. Manfaat bioglass biasanya didapat dari lempengan bioglass.

Manfaat bioglass diklaim mampu menyeimbangkan energi di tubuh manusia. Manfaat bioglass dinilai mampu membersihkan racun dalam tubuh. Seperti apa manfaat bioglass?

Berikut manfaat bioglass dan penjelasan ilmiahnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (24/11/2021).

Apa itu bioglass?

Bioglass (sumber: freepik)
Bioglass (sumber: freepik)

Bioglass merupakan kependekan dari Bioactive Glass atau kaca bioaktif. Menurut Encyclopedia of Biomedical Engineering, Bioglass adalah keluarga kaca bioaktif yang terdiri dari silikon dioksida, natrium oksida, kalsium oksida, dan fosfor pentoksida. Bahan ini menghasilkan struktur pori permukaan, 5-20 nm, dengan luas permukaan yang sangat baik, volume pori, sitokompatibilitas, dan kemampuan untuk menginduksi pembentukan apatit.

Dalam dunia medis, bioglass digunakan sebagai bahan implan untuk memperbaiki dan mengganti tulang yang rusak. Sebagian besar kaca bioaktif adalah kaca berbasis silikat yang dapat terdegradasi dalam cairan tubuh dan dapat bertindak sebagai pembawa ion yang bermanfaat untuk penyembuhan.

Kaca bioaktif dibedakan dari biomaterial pencangkokan tulang sintetik lainnya. Ini karena ia merupakan satu-satunya bahan yang memiliki sifat antiinfeksi dan angiogenik. Ada sejumlah komposisi bioglass seperti 45S5, S53P4, 58S, 70S30C, dan 13-93. Nama Bioglass adalah merek dagang yang dimiliki University of Florida sebagai nama untuk komposisi bioglass 45S5 asli.

Sejarah perkembangan bioglass

ilustrasi patah tulang/pixabay
ilustrasi patah tulang/pixabay

Melansir Medivizor, bioglass lahir dari percakapan antara seorang kolonel di Angkatan Darat AS dan seorang profesor riset ilmu material, Larry Hench, pada tahun 1967. Kolonel tersebut mengatakan kepada peneliti bahwa tentara yang terluka yang menerima implan polimer logam dan plastik tengah mengalami hasil yang buruk.

Implan yang dipasang melalui pembedahan untuk memperbaiki tulang yang patah atau hilang ditolak oleh tubuh mereka. Hench berhipotesis bahwa implan polimer logam dan plastik ditolak karena tidak seperti yang mereka gantikan. Dia memutuskan untuk mencoba membuat bahan yang terbuat dari bahan mineral yang sama — hidroksiapatit yang membentuk tulang manusia.

Hench membuat kaca yang mengandung natrium oksida, kalsium oksida dan fosfat (45SiO 2 –24.5Na 2 O–24.5CaO–6P 2 O 5 ). Formulasi kaca ini, yang disebut 45S5 Bioglass. Ternyata, material ini tidak hanya terikat pada tulang tetapi juga merangsang sel-sel tulang untuk tumbuh dan memperbaiki.

Sejak formulasi pertama ini, telah ada banyak penelitian dan pekerjaan terkait Bioglass. Bioglass dalam bentuk mikrosfer kaca radioaktif telah digunakan untuk mengobati kanker hati. penelitian eksperimental dengan kaca bioaktif pada regenerasi jaringan lunak dan regenerasi saraf juga telah dilakukan.

Kegunaan bioglass dalam dunia medis

ilustrasi tulang (sumber: freepik)
ilustrasi tulang (sumber: freepik)

Hingga kini, manfaat bioglass telah digunakan selama lebih dari 50 tahun untuk mengobati cacat tulang dan gigi. Manfaat bioglass yang utama adalah penggunannya dalam bahan implan tulang.

Manfaat bioglass dalam dunia medis digunakan untuk cangkok tulang sintetis. Ia juga digunakan sebagai campuran bahan untuk memperbaiki tulang. Tak jarang, bioglass ditemukan dalam bahan pasta gigi untuk menguatkan email dan dentin.

Tak hanya untuk tulang, bioglass juga digunakan untuk memperbaki jaringan lunak. Dalam sejumlah penelitian, bioglass digunakan untuk mengobati luka kronis seperti luka diabetes. Namun, penelitian ini masih perlu dikembangkan lagi.

Melansir Science Direct, Bioglass bekerja melalui reaksi permukaan setelah dimasukkan ke dalam tubuh. Ia mempromosikan penyembuhan jaringan dalam tubuh, dan akhirnya larut sepenuhnya hanya menyisakan jaringan di lokasi cangkok.

Perkembangan teknologi ini telah membantu menyembuhkan tulang dan jaringan lain tanpa perlu pencangkokan tulang, yang menghilangkan kebutuhan untuk beberapa operasi dan mengurangi komplikasi seperti infeksi, morbiditas, dan nyeri. Sampai saat ini, bahan bioglass tidak digunakan secara klinis sebagai sistem penghantaran obat. Ia hanya digunakan sebagai bahan untuk membantu regenerasi tulang.

Klaim produk bioglass

Bioglass (sumber: freepik)
Bioglass (sumber: freepik)

Di Indonesia, bioglass lebih populer dikenal sebagai produk yang dapat meningkatkan kesehatan. Biasanya bioglass dijual dalam bentuk lempengan kaca. Lempengan kaca ini biasanya direndam dengan air. Air rendaman bioglass kemudian digunakan untuk mandi atau dikonsumsi.

Ada juga bioglass yang tersedia dalam bentuk kalung atau gelang. Bioglass ini digunakan sehari-hari untuk mendapatkan manfaatnya. Manfaat bioglass ini dinilai mampu menjaga kesehatan tetap optimal.

Kebenaran manfaat bioglass

Ilustrasi Mengonsumsi Minuman Credit: pexels.com/James
Ilustrasi Mengonsumsi Minuman Credit: pexels.com/James

Hingga kini belum ada penelitian secara ilmiah terkait manfaat bioglass dalam bentuk lempengan kaca, kalung, atau gelang. Saat ini penelitian tentang Bioglass hanya mencakup pada manfaatnya sebagai bahan dasar implan tulang.

Belum ada penelitian atau pembuktian ilmiah yang menyatakan bahwa bioglass bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Klaim bioglass mampu menghilangkan racun atau menyeimbangkan energi, belum pasti kebenarannya secara ilmiah. Penggunaan bioglass pun harus mendapat pantauan dari dokter.

Untuk menjaga kesehatan, disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat. Ini seperti konsumsi makanan seimbang, istirahat cukup, dan olahraga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel