Manfaat Daun Saga untuk Batuk dan Penyakit Lainnya, Obat Herbal Alami

Liputan6.com, Jakarta Manfaat daun saga untuk batuk sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Saga merupakan jenis tanaman liar yang tumbuh di daerah tropis. Sekilas, daun saga mirip dengan daun meniran atau daun kelor. Bentuknya menyirip ganda dengan buah kecil berwarna merah di bawah batangnya. 

Biji tanaman saga sangat beracun dan mematikan. Namun, bagian daun tanaman ini dimanfaatkan dalam pengobatan herbal. Manfaat daun saga yang paling terkenal adalah untuk meredakan batuk. Bahkan manfaat daun saga untuk batuk ini juga digunakan dalam sejumlah produk obat batuk.

Manfaat daun saga untuk batuk bisa dikonsumsi dalam bentuk air rebusan, teh, atau suplemen. Manfaat daun saga jika diminum memiliki rasa manis yang menyegarkan. Selain manfaat daun saga untuk batuk, daun ini juga memiliki senyawa tanaman yang dapat meningkatkan kesehatan.

Berikut manfaat daun saga untuk batuk, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(19/5/2020).

Manfaat daun saga untuk batuk

Batuk / Sumber: iStockphoto

Manfaat daun saga untuk batuk didapat dari sifat antitusifnya. Antitusif adalah obat yang menekan batuk. Antitusif dianggap bekerja dengan menghambat daerah koordinasi untuk batuk yang terletak di batang otak, mengubah lengkung refleks batuk.

Air rebusan daun saga memiliki rasa manis yang bisa melegakan tenggorokan. Minum air rebusan daun saga atau teh daun saga dapat membantu meredakan batuk dan gejala tidak menyenangkan lainnya seperti tenggorokan gatal dan suara serak.

Manfaat daun saga lainnya

Sariawan (iStockphoto)

Atasi sariawan

Selain batuk, manfaat daun saga yang tak kalah populer adalah mengatasi sariawan. Khasiat ini berasal dari beberapa bahan aktif abrus lactone, asam abrusgenat, dan turunan metilnya.

Untuk mengatasi sariawan dengan daun saga, Anda bisa mengeringkan daun saga dan mengunyahnya selama beberapa detik, tapi jangan ditelan. Selain itu, Anda juga bisa membuat obat kumur alami dengan air rebusan daun saga. Rebus 10 gram daun saga dengan 1/2 liter air sampai mendidih. Saring dan gunakan air rebusan 2-3 kali sehari untuk berkumur.

Anti bakteri

Daun saga juga memiliki sifat anti bakteri yang dapat mencegah infeksi penyakit. Dalam sebuah penelitian, daun saga diketahui mengandung senyawa saponin. Kandungan senyawa tersebut berkhasiat sebagai antibakteri pada kadar 0,09%.

Manfaat daun saga lainnya

Diare / Sumber: iStockphoto

Atasi diare

Manfaat daun saga juga digunakan untuk mengatasi diare. Sifat antioksidan dan anti bakteri pada daun saga dinilai membantu mengatasi diare. Rebusan daun dan batang saga diketahui bisa mengatasi diare dan masalah pencernaan lainnya.

Redakan panas dalam

Daun saga juga bermanfaat untuk mengatasi panas dalam. Gejala panas dalam biasanya ditandai dengan sakit tenggorokan, sariawan, bibir kering dan pecah-pecah, dan bau mulut. Meski bukan penyakit, gejala panas dalam bisa mengindikasikan gejala penyakit lain. Konsumsi air rebusan daun saga dinilain mampu meredakan panas dalam.

Manfaat daun saga lainnya

Nafsu Makan (Kleber Cordeiro/Shutterstock)

Tingkatkan nafsu makan

Daun saga mengandung vitamin B yang berfungsi membantu menambah nafsu makan. Memberikan ramuan daun saga pada anak bisa membantu meningkatkan nafsu makan dan mencukupi kebutuhan gizi anak.

Mengandung antioksidan

Daun saga mengandung sejumlah antioksidan yang membantu mencegah radikal bebas. Daun ini mengandung antioksidan seperti senyawa flavonoid, triterpene glycosides, abrin, dan alkaloids. ntioksidan sejak lama dikenal mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh yang biasanya menyebabkan penyakit kanker dan diabetes.

Obat herbal lainnya untuk mengatasi batuk

ilustrasi batuk (sumber: iStock)

Madu

Menurut beberapa penelitian, madu dapat meredakan batuk. Madu dinilai efektif meredakan batuk dibanding dengan dextromethorphan. Para peneliti melaporkan bahwa madu memberikan kelegaan paling signifikan dari batuk. Madu memiliki sifat antibakteri dan juga dapat membantu melapisi tenggorokan, mengurangi iritasi.

Jahe

Jahe memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi. Jahe dapat meredakan batuk kering dan sesak napas. Jahe juga telah terbukti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat sakit. Satu studi menunjukkan bahwa beberapa senyawa anti-inflamasi pada jahe dapat melemaskan membran di saluran udara, yang dapat mengurangi batuk.

Teh mint

Daun peppermint terkenal karena khasiat penyembuhannya. Menthol dalam peppermint menenangkan tenggorokan dan bertindak sebagai dekongestan, membantu memecah lendir. Peppermint mengandung mentol, yang membantu membasmi ujung saraf di tenggorokan yang teriritasi oleh batuk.

Obat herbal lainnya untuk mengatasi batuk

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Joshua Resnick

Air jeruk nipis

Jeruk nipis sudah lama digunakan dalam pengobatan batuk secara alami. Vitamin C dan antioksidan dalam jeruk nipis dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan infeksi seperti flu dan batuk. Konsumsi air jeruk nipis juga bisa mempersingkat durasi batuk.

Lemon

Lemon bisa mengurangi lendir berlebih dan mempercepat penyembuhan batuk. Sama seperti jeruk nipis, lemon kaya akan vitamin C. Makanan yang tinggi vitamin C dan antioksidan lainnya dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap kuman yang menyebabkan pilek dan flu.

Kunyit

Kunyit mengandung curcumin, senyawa yang mungkin memiliki sifat antiinflamasi, antivirus, dan antibakteri. Sifat ini mampu mengatasi beberapa kondisi termasuk batuk. Kunyit telah digunakan untuk mengobati kondisi pernapasan bagian atas, bronkitis, dan asma dalam pengobatan tradisional.